Konser BTS di Jakarta Jadi Momentum Dongkrak Wisatawan Mancanegara
Rabu, 15 Juli 2026 | 11:00
Penulis: Arif S
![Arsip foto - Konser realitas virtual grup K-pop BTS]](https://cdn.itsme.co.id/library/2/7/0/2/arsip-foto-konser-realitas-virtual-grup-k-pop-bts_840x576.webp)
Sumber: Antara Foto/Rivan Awal Lingga
Konser musik berskala internasional kini tak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga dinilai mampu menjadi penggerak sektor pariwisata. Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan Indonesia semakin dipercaya menjadi tuan rumah berbagai acara kelas dunia yang berpotensi mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara.
Menurut Widiyanti, kehadiran konser internasional membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkenalkan destinasi wisata, budaya, hingga keramahan masyarakat kepada pengunjung dari berbagai negara.
"Bagi pemerintah, konser ini bukan hanya peristiwa hiburan, ini adalah momentum untuk memperlihatkan wajah Indonesia sebagai destinasi yang ramah, kreatif, aman, dan siap menyambut dunia," ujar Widiyanti dalam unggahan di Instagram, Kemenpar, Selasa.
BACA JUGA
Konser K-Pop Jadi Magnet Wisata, Kemenpar Dorong Paket Concert Tourism di Indonesia
Konser Musik dan Olah Raga Jadi Senjata Baru Dongkrak Pariwisata Indonesia
Indonesia-Korea Selatan Siapkan Kolaborasi Wisata yang Lebih Menarik
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah rencana konser BTS di Jakarta pada 26, 27, dan 29 Desember 2026. Menurut Widiyanti, konser itu diyakini mampu menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, khususnya dari kalangan generasi muda dan komunitas kreatif.
Dampak yang dihasilkan diperkirakan tidak berhenti di area konser. Wisatawan berpotensi menginap di hotel, mencicipi kuliner lokal, mengunjungi kafe, menggunakan berbagai moda transportasi, berbelanja produk UMKM, hingga membagikan pengalaman mereka selama berada di Indonesia melalui media sosial.
Melihat peluang itu, pemerintah memastikan akan memperkuat promosi pariwisata sekaligus membangun kolaborasi dengan berbagai pelaku industri agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
"Tujuannya adalah memperkaya pengalaman pengunjung selama berada di Indonesia, sekaligus memperluas dampak ekonomi kepada pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif," katanya.
Widiyanti menilai besarnya perhatian dunia terhadap konser internasional juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan destinasi wisata Indonesia kepada pasar global.
Selain destinasi wisata, pemerintah juga ingin menampilkan kekayaan kuliner, budaya, serta keramahan masyarakat Indonesia agar meninggalkan kesan positif dari wisatawan.
Karena itu, pemerintah mendorong sinergi antara penyelenggara acara, pelaku industri pariwisata, pemerintah daerah, hingga masyarakat agar setiap event internasional memberikan dampak ekonomi optimal.
Hotel, restoran, kafe, penyedia transportasi, pelaku UMKM, industri ekonomi kreatif, hingga pengelola destinasi wisata diharapkan dapat bersama-sama memanfaatkan meningkatnya arus kunjungan wisatawan selama penyelenggaraan konser.
Widiyanti optimistis konsep music tourism atau wisata musik dapat berkembang menjadi salah satu kekuatan baru pariwisata Indonesia. Tren perjalanan yang menggabungkan hiburan dengan pengalaman wisata semakin diminati wisatawan global.
"Event besar harus menjadi pengalaman yang berkesan bagi pengunjung, sekaligus memberikan dampak nyata bagi ekonomi lokal dan citra positif Indonesia di mata dunia," tambahnya.
Dengan semakin banyaknya konser musik berskala global, Indonesia tidak hanya berpeluang meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, tetapi juga memperkuat posisi sebagai destinasi unggulan untuk wisata hiburan dan ekonomi kreatif di kawasan Asia.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!