ID EN

Embun Upas Dieng Jadi Daya Tarik Wisata, Kunjungan Wisatawan Meningkat

Selasa, 14 Juli 2026 | 17:30

Penulis: Arif S

Fenomena embun beku atau embun upas Dataran Tinggi Dieng
Fenomena embun beku atau embun upas Dataran Tinggi Dieng.
Sumber: Antara/HO-UPTD Dieng

Fenomena embun upas kembali menghiasi Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, pada musim kemarau 2026. Kemunculan lapisan kristal es tipis yang menyelimuti rumput dan tanaman itu tidak hanya menciptakan pemandangan unik, tetapi juga menjadi magnet untuk menarik wisatawan.

Banyak keluarga sengaja datang sejak dini hari agar bisa menyaksikan embun upas yang hanya muncul ketika suhu udara turun hingga di bawah titik beku.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Banjarnegara, Tursiman, mengatakan embun upas merupakan fenomena alam yang rutin terjadi di Dataran Tinggi Dieng, terutama di kawasan Kompleks Candi Arjuna setiap musim kemarau.

"Ini merupakan fenomena alam yang memang terjadi. Biar masyarakat tahu dan wisatawan juga banyak hadir ke sana untuk menikmati suasana ini," ujarnya.

Menurut Tursiman, pada Juli - Agustus suhu udara di Dieng saat dini hari bisa di bawah nol derajat Celsius. Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, suhu umumnya berada di kisaran minus 1 - 2 derajat Celsius, bahkan dalam kondisi tertentu bisa lebih rendah.

Karena keunikannya, embun upas selalu menjadi daya tarik wisata musiman. Pemerintah daerah terus mempromosikan fenomena ini agar semakin banyak wisatawan berkunjung, sembari mengajak masyarakat tetap menjaga kelestarian kawasan wisata Dieng.

Dampak positif dari fenomena tersebut mulai terlihat pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan selama masa liburan sekolah. 

Kepala Bidang Kelembagaan, Sumber Daya Manusia dan Pemasaran Dinparbud Banjarnegara, Eko Sri Wurjani Juniasih, menyebut antusiasme wisatawan meningkat cukup signifikan.

"Alhamdulillah ini bertepatan dengan liburan sekolah. Kunjungan sangat signifikan naiknya karena terkait isu embun upas. Banyak wisatawan yang tertarik karena fenomena alam ini memang jarang terjadi, sehingga mereka beramai-ramai datang ke Dieng, banyak juga yang berwisata bersama keluarga," katanya.

Selama musim kemarau tahun ini, embun upas telah muncul enam hingga tujuh kali. Fenomena tersebut pertama kali terlihat pada awal Juni ketika suhu sekitar minus 2 derajat Celsius dan kembali muncul beberapa kali pada awal Juli.

Bahkan pada Kamis 9 Juli pagi, berdasarkan pencatatan Unit Pelaksana Teknis Daerah Dieng, suhu udara sempat menyentuh minus 6 derajat Celsius, salah satu suhu terendah pada musim kemarau tahun ini.

Data penjualan tiket menunjukkan tren meningkat sepanjang 2026. Jumlah wisatawan mencapai 69.225 orang pada Januari, 32.982 orang (Februari), 87.031 orang (Maret), 68.799 orang (April), 89.793 orang (Mei), dan melonjak menjadi 131.970 orang (Juni). Sementara pada periode 1-9 Juli 2026, jumlah pengunjung telah mencapai 67.421 orang.

Dinparbud berharap suhu dingin yang memicu kemunculan embun upas masih terus berlangsung hingga pelaksanaan Dieng Culture Festival (DCF) 2026 pada 28–30 Agustus mendatang. Kehadiran embun es saat festival diyakini akan menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan dari berbagai daerah.

Fenomena embun upas terbentuk ketika suhu udara pada malam hingga dini hari turun sangat rendah sehingga uap air membeku dan berubah menjadi lapisan kristal es tipis di permukaan rumput maupun tanaman. Pemandangan putih yang menyelimuti kawasan Dieng ini dikenal masyarakat sebagai embun es.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!