Royal Birkdale Kembali Jadi Tuan Rumah The Open 2026, Angin dan Cuaca Jadi Tantangan
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
The Open Championship 2026 siap memasuki babak baru ketika Royal Birkdale Golf Club di Southport, Inggris, kembali dipercaya menjadi tuan rumah edisi ke-154 turnamen major tertua di dunia. Sebanyak 156 pegolf terbaik dunia akan bersaing memperebutkan Claret Jug.
Royal Birkdale dikenal sebagai salah satu lapangan links terbaik di dunia. Karakter lapangan di tepi Laut Irlandia membuat arah angin dan perubahan cuaca kerap menjadi faktor penentu hasil pertandingan.
Berbeda dengan turnamen golf pada umumnya, kondisi alam memiliki pengaruh sangat besar di The Open Championship. Kecepatan angin, suhu udara, hingga kelembapan dapat mengubah tingkat kesulitan setiap hole hanya dalam hitungan jam.
BACA JUGA
Konsistensi Adam Scott, 100 Penampilan di Turnamen Golf Major Secara Beruntun
Pendanaan Saudi Disebut Segera Berakhir, Masa Depan LIV Golf Terancam?
Road to IIMS 2026 Dimulai, Golf Jadi Pintu Masuk Konsep Sportainment
Prakiraan cuaca menunjukkan angin pada dua putaran pertama akan bertiup dari arah utara dengan intensitas sedang. Kondisi tersebut diperkirakan membuat permainan lebih stabil dibandingkan edisi-edisi sebelumnya. Sementara suhu siang hari berada di kisaran 20 derajat Celsius dengan cuaca relatif cerah dan kering.
Meski demikian, cuaca di kawasan pesisir Inggris terkenal sulit diprediksi. Perubahan mendadak tetap bisa terjadi kapan saja dan menjadi pembeda utama dalam perebutan gelar juara.
Jika melihat sejarah, kondisi lapangan tahun ini lebih menyerupai The Open 2017 dibandingkan edisi 2008. Pada 2017, Jordan Spieth menjuarai turnamen melalui total skor 12-under 268, unggul tiga pukulan atas para pesaingnya.
Turnamen itu juga melahirkan sejarah ketika Branden Grace mencatat ronde 62 tanpa bogey pada putaran ketiga. Hingga kini, catatan itu masih dikenang sebagai ronde pertama di bawah 63 pukulan dalam sejarah turnamen major.
Sebaliknya, The Open 2008 menjadi salah satu edisi paling berat sepanjang sejarah modern. Padraig Harrington keluar sebagai juara dengan skor total 3-over 283, menjadikannya satu-satunya pemenang turnamen major abad ke-21 yang meraih gelar dengan skor akhir di atas par.
Royal Birkdale tampil dengan wajah baru setelah menjalani renovasi besar. Salah satu perubahan paling mencolok adalah hole 15 baru berpar 3 sepanjang 241 yard, sedangkan hole lama bergeser menjadi hole 14 berpar 5 dengan panjang 602 yard.
Setelah renovasi yang dipimpin arsitek Tom Mackenzie, panjang total lapangan bertambah menjadi 7.223 yard. Perubahan itu diyakini akan menghadirkan tantangan berbeda bagi para pegolf, terutama pada sembilan hole terakhir yang memiliki dua hole par 5 sebagai peluang mencetak birdie.
Tidak seperti sebagian besar lapangan links tradisional, Royal Birkdale memungkinkan pegolf bermain lebih agresif ketika angin bersahabat. Pendekatan menggunakan iron pendek diperkirakan menjadi salah satu senjata utama untuk mencetak skor rendah.
Sebanyak 41 pegolf tahun ini pernah bertanding di Royal Birkdale pada 2017. Dari jumlah itu, enam pegolf finis di 10 besar dan lima lainnya masuk 25 besar.
Selain memperebutkan trofi Claret Jug, para peserta juga mengincar berbagai keuntungan penting. Finis di 10 besar akan mengamankan tiket ke The Open 2027 di St Andrews, sementara empat besar otomatis lolos ke Masters Tournament 2027.
Sementara itu, sang juara akan memperoleh berbagai hak istimewa, mulai dari tiket di The Open hingga usia 60 tahun, undangan ke seluruh turnamen major hingga 2031, hingga pengecualian keanggotaan PGA TOUR dan kesempatan bermain di THE PLAYERS Championship.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!