ID EN

Cara Kemenpar Promosikan Pariwisata Jakarta pada Wisatawan Tiongkok

Selasa, 14 Juli 2026 | 16:05

Penulis: Arif S

Pengunjung menyaksikan satwa gajah di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan.
Pengunjung menyaksikan satwa gajah di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan.
Sumber: AntaraNews

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat promosi Jakarta sebagai destinasi wisata unggulan di pasar internasional. Salah satu langkah terbarunya dilakukan melalui Familiarization Trip (Famtrip) dan Networking Dinner pada 27 Juni - 1 Juli 2026 dengan menyasar pelaku industri pariwisata premium asal Tiongkok.

Program ini menjadi bagian dari strategi memperkenalkan Jakarta bukan hanya sebagai pusat bisnis, tetapi juga sebagai destinasi wisata perkotaan yang menawarkan pengalaman lengkap. Mulai dari kekayaan budaya, wisata kuliner, wisata bahari, hingga fasilitas Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) berkelas internasional.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi bersama Mandarin Oriental Jakarta, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, serta ASTINDO.

"Inisiatif ini sekaligus mendukung upaya pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat promosi pariwisata Jakarta di pasar internasional, khususnya pasar Tiongkok yang strategis dan terus bertumbuh," ujar Made.

Menurut Made, Jakarta memiliki daya tarik lebih luas dibanding sekadar kota metropolitan. Selain menjadi pusat ekonomi, ibu kota juga merupakan pintu gerbang menuju berbagai destinasi wisata bahari Indonesia yang mudah dijangkau wisatawan mancanegara.

Perpaduan antara kawasan perkotaan modern dengan keindahan Kepulauan Seribu menjadi nilai tambah yang ingin diperkenalkan kepada pasar Tiongkok. Konsep wisata terpadu ini diharapkan menarik minat wisatawan yang menginginkan pengalaman liburan yang beragam dalam satu perjalanan.

Selama program berlangsung, peserta diajak mengunjungi berbagai destinasi unggulan Jakarta. Mereka mengikuti tur kota, menikmati pengalaman gastronomi bersama Chef Fei asal Tiongkok yang mengantongi dua bintang Michelin, hingga menjelajahi wisata bahari di Pulau Putri, Pulau Macan, dan Pulau Sepa di Kepulauan Seribu.

Agenda lainnya meliputi gala dinner di Lyon Restaurant Mandarin Oriental Jakarta, kunjungan ke Museum Tekstil, aktivitas kebugaran, hingga menikmati suasana kawasan pesisir modern Pantai Indah Kapuk yang kini semakin populer sebagai destinasi wisata urban.

"Pemilihan Jakarta sebagai lokasi kegiatan juga didukung posisinya sebagai salah satu pintu gerbang utama penerbangan internasional Indonesia serta sebagai pilot project destinasi prioritas regeneratif dalam RPJMN 2025–2029," kata Made.

Keberhasilan penyelenggaraan Famtrip ini mendapat dukungan dari China Southern Airlines yang memfasilitasi perjalanan peserta dari Tiongkok menuju Jakarta. Kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat konektivitas penerbangan langsung antara Indonesia dan Tiongkok yang menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kunjungan wisatawan.

Sebagai puncak acara, para pembeli (buyers) asal Tiongkok dipertemukan dengan enam pelaku industri pariwisata Indonesia asal Jakarta, yaitu Mandarin Oriental Jakarta, ASTINDO, White Horse Group, Elok Tour, Clio Tour & Events, dan Infotour. Pertemuan bisnis ini membuka peluang kerja sama untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan ke Indonesia.

Program Famtrip tersebut menghasilkan potensi kunjungan sekitar 400 wisatawan asal Tiongkok dengan estimasi devisa mencapai 485.200 dolar AS atau sekitar Rp8,71 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa promosi langsung kepada pelaku industri perjalanan masih menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.

Kegiatan ini diikuti sejumlah agen perjalanan premium dan perusahaan MICE terkemuka asal Tiongkok, di antaranya UMICE Beijing, HIMICE Events Shenzhen, China Comfort Travel MICE, HCG Travel Group, dan Mandarin Oriental Guangzhou. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperluas jaringan promosi Jakarta di pasar wisata premium.

Prospek pasar Tiongkok memang terus menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari hingga Mei 2026 tercatat 617.186 wisatawan asal Tiongkok berkunjung ke Indonesia.

Sementara itu, berdasarkan data Amadeus per Juli 2026, hingga Mei tersedia penerbangan langsung dari berbagai kota di Tiongkok menuju Jakarta, Bali, Manado, dan Surabaya dengan kapasitas mencapai 1.768.545 kursi yang dilayani oleh 12 maskapai, sehingga membuka peluang semakin besarnya arus kunjungan wisatawan ke Tanah Air.



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!