Konser K-Pop Jadi Magnet Wisata, Kemenpar Dorong Paket Concert Tourism di Indonesia
Jumat, 3 Juli 2026 | 12:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/X/@bts_bighit/am.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melihat tren konser K-Pop di Indonesia sebagai peluang besar untuk memperkuat sektor pariwisata nasional. Melalui kolaborasi dengan Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI) dan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Kemenpar mendorong paket wisata bertema konser K-Pop yang mampu menarik lebih banyak wisatawan mancanegara sekaligus meningkatkan lama tinggal wisatawan di Indonesia.
Juru Bicara Kemenpar, Nia Niscaya, mengatakan penyelenggaraan konser internasional tidak lagi sekadar hiburan, tetapi dapat berkembang menjadi daya tarik wisata.
Nia mengajak APMI dan ASITA berkolaborasi menyusun paket wisata, menggabungkan konser K-Pop dengan destinasi unggulan Indonesia.
BACA JUGA
Upaya Kemenpar Perkuat Daya Saing Belitung Sebagai Destinasi Unggulan
Garap Pasar China, Promosi Wisata Indonesia Hasilkan Potensi Transaksi Rp109 Miliar
Parapuar Jadi Magnet Baru Wisata Darat Labuan Bajo Lewat Pagelaran Seni dan Budaya
Besarnya antusiasme penggemar K-Pop di Indonesia memberi keuntungan tersendiri. Kehadiran grup ternama di Tanah Air, para penggemar tidak perlu bepergian ke luar negeri, sehingga pengeluaran mereka tetap berputar di dalam negeri.
"Konser K-Pop di Jakarta memberikan keuntungan besar, berupa perputaran uang yang dibelanjakan oleh ribuan penonton untuk membeli tiket konser, akomodasi (hotel), makan-minum, transportasi dan komunikasi, serta membeli oleh-oleh, di antaranya merchandise," ujar Nia.
Ia menjelaskan, aktivitas ekonomi tersebut meningkatkan penerimaan negara melalui berbagai sumber, mulai dari pajak hiburan, pajak hotel dan restoran, penjualan merchandise, hingga penyewaan venue.
Karena itu, Kemenpar membuka peluang kerja sama lebih luas dengan berbagai asosiasi industri perjalanan wisata seperti ASITA, AITTA, ASTINDO, dan IINTOA guna menghadirkan paket concert tourism terintegrasi.
"Melalui kolaborasi ini, diharapkan wisatawan tidak hanya datang untuk menonton konser, tetapi juga memperpanjang masa tinggal (length of stay) dan meningkatkan pengeluaran wisata (tourist spending) sehingga memberikan multiplier efek ekonomi yang lebih luas," katanya.
Indonesia memiliki posisi strategis sebagai pasar terbesar industri konser musik di kawasan ASEAN. Basis penggemar grup K-Pop papan atas seperti BLACKPINK dan BTS yang sangat besar, baik di Indonesia maupun negara ASEAN, menjadi modal penting untuk mengembangkan wisata berbasis konser.
"Pertimbangannya, Indonesia merupakan pasar terbesar untuk industri konser musik di kawasan ASEAN dan memiliki fans besar terhadap musisi dunia dengan berbagai aliran (genre) seperti; K-Pop, jazz, rock, hip hop, maupun R&B," pungkasnya.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!