Verstappen Sebut Rear Wing Red Bull Berbahaya Usai Peluang Podium Sirna di Silverstone
Senin, 6 Juli 2026 | 17:13
Penulis: Rojes Saragih

Sumber: Wastrick / Wikimedia
Max Verstappen melontarkan kritik keras kepada Red Bull Racing setelah gagal finis (DNF) pada Formula 1 Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone, Minggu (5/7/2026) waktu setempat. Juara dunia empat kali itu menilai gangguan pada rear wing mobilnya tidak hanya mengubur peluang meraih podium, tetapi juga membahayakan keselamatan pembalap.
Verstappen sempat tampil kompetitif dan terlibat dalam persaingan memperebutkan posisi tiga besar. Namun ketika balapan menyisakan empat lap, mobil RB22 yang dikendarainya kehilangan kendali di tikungan cepat Stowe setelah rear wing gagal kembali ke posisi tertutup secara sempurna usai sistem DRS digunakan. Akibatnya, mobil kehilangan downforce secara tiba-tiba, meluncur keluar lintasan, dan mengakhiri balapannya di area gravel.
"Ketika rear wing tidak dapat tertutup sempurna, saya kehilangan keseimbangan dan keluar dari lintasan. Jadi ya, sekali mungkin masih bisa dimaklumi, tetapi dua kali... ini sangat berbahaya bagi saya. Sejujurnya saya tidak menginginkan hal seperti ini," ujar Verstappen seperti dikutip Formula 1, Senin, 6/7/2026.
BACA JUGA
Dari Juara Dunia ke Krisis Motivasi, Masa Depan Max Verstappen Dipertanyakan
Verstappen Juara GP Qatar, Perebutan Gelar F1 2025 Ditentukan di Abu Dhabi
George Russell vs Max Verstappen: Rivalitas Panas Menuju Musim F1 2026
Pembalap asal Belanda itu mengungkapkan insiden di Silverstone merupakan kali kedua secara beruntun dirinya kehilangan kendali mobil pada dua akhir pekan balapan terakhir. Menurutnya, meski penyebab teknis kedua insiden berbeda, situasi tersebut sama-sama berisiko tinggi bagi keselamatan pembalap.
"Saya bisa saja mengalami cedera dalam dua kesempatan itu. Saya beruntung di Austria dan saya juga beruntung di sini. Pada titik ini, situasinya benar-benar sangat berbahaya," katanya.
Sebelum insiden tersebut terjadi, Red Bull sempat mengganti sayap depan mobil Verstappen. Perubahan itu membuat performa mobil membaik dan catatan waktunya meningkat sehingga peluang merebut podium kembali terbuka.
"Setelah kami mengganti sayap depan dan saya kembali ke lintasan, kami mendapatkan banyak waktu putaran. Saya kembali merasa senang, tetapi pada saat yang sama saya berpikir telah menyia-nyiakan seluruh balapan karena kehilangan empat atau lima putaran dan banyak posisi. Itu sangat membuat frustrasi," ujar Verstappen.
Meski sempat bersaing di barisan depan, Verstappen mengakui performa Red Bull sepanjang akhir pekan belum cukup kompetitif untuk menantang kemenangan. DNF di Silverstone pun membuatnya gagal melanjutkan tren positif setelah finis kedua pada GP Austria sekaligus kehilangan poin penting dalam persaingan gelar juara dunia musim ini.
Team Principal Red Bull Laurent Mekies memahami kekecewaan pembalapnya. Ia mengakui Verstappen berhak merasa marah karena kembali kehilangan kendali mobil di tikungan cepat dalam dua akhir pekan balapan berturut-turut. Mekies memastikan Red Bull akan melakukan investigasi menyeluruh untuk menemukan penyebab masalah tersebut dan mencegah insiden serupa terulang.
"Max berhak tidak senang. Sangat tidak menyenangkan ketika pembalap dikecewakan oleh mobil di tikungan berkecepatan tinggi. Kami akan mengusutnya sampai tuntas dan memastikan hal seperti ini tidak terjadi lagi," kata Mekies.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!