Konser Musik dan Olah Raga Jadi Senjata Baru Dongkrak Pariwisata Indonesia
Kamis, 25 Juni 2026 | 16:31
Penulis: Arif S

Sumber: Antara Foto/Ahmad Subaidi
Pariwisata saat ini tidak lagi bertumpu pada keindahan alam atau destinasi bersejarah. Di berbagai negara, konser musik, kompetisi olahraga, hingga festival kreatif telah berkembang menjadi daya tarik yang mampu mendatangkan ribuan bahkan jutaan wisatawan dalam waktu singkat.
Tren itu juga mulai menjadi perhatian serius di Indonesia. Kementerian Pariwisata melihat, berbagai kegiatan berbasis hiburan dan olahraga berpotensi besar menarik wisatawan sekaligus menggerakkan roda ekonomi di daerah penyelenggara.
Pembahasan mengenai peluang itu mengemuka setelah Presiden Prabowo Subianto bertemu Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani. Dalam pertemuan itu, salah satu topik yang dibahas adalah pencarian sumber pertumbuhan ekonomi baru, termasuk melalui penguatan sektor pariwisata.
BACA JUGA
Geopark Run Series 2026–2027, Cara Baru Menjelajahi Ijen hingga Belitong Sambil Berlari
Turnamen Padel Kemayoran Strategi Pengembangan Potensi Sport Tourism di Jakpus
Konsistensi Adam Scott, 100 Penampilan di Turnamen Golf Major Secara Beruntun
Konser musik, olahraga, dan kegiatan kreatif dinilai mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
"Tentu kegiatan itu bisa olahraga, bisa musik, bisa apa, itu adalah faktor penarik untuk mendatangkan wisatawan baik nusantara maupun mancanegara," ujar Juru Bicara Kementerian Pariwisata Nia Niscaya.
Menurut Kementerian Pariwisata, konsep ini sebenarnya telah lama diterapkan melalui berbagai agenda yang masuk dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN). Program itu menjadi salah satu sarana promosi destinasi wisata di berbagai daerah melalui penyelenggaraan event budaya, seni, olahraga, dan hiburan.
Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena music tourism atau pariwisata musik semakin berkembang di berbagai belahan dunia. Banyak wisatawan rela melakukan perjalanan ke kota atau negara lain hanya untuk menghadiri konser musisi favorit mereka.
Selain mendatangkan pengunjung, konser berskala besar juga memberikan dampak ekonomi luas bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro lokal.
Karena itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana telah melakukan sejumlah pertemuan dengan Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI).
Pertemuan itu fokus pada peluang pengembangan wisata berbasis konser musik yang dapat meningkatkan Kunjungan Wisatawan domestik maupun mancanegara.
Tak hanya musik, sport tourism juga dinilai mampu menciptakan pengalaman wisata berbeda sekaligus memperkenalkan destinasi kepada peserta dan penonton dari berbagai daerah.
Contohnya penyelenggaraan event lari di kawasan Mandalika dan Geopark Run Series. Kegiatan itu tidak hanya menghadirkan peserta olahraga, tetapi juga membawa wisatawan yang kemudian menginap, berbelanja, dan menikmati atraksi lokal.
Dampak ekonomi dari kegiatan seperti ini tidak hanya dirasakan selama acara berlangsung. Banyak destinasi kemudian memperoleh eksposur luas melalui media sosial dan pemberitaan, sehingga menarik kunjungan wisatawan dalam jangka panjang.
Untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah berbagai event internasional, Kementerian Pariwisata menjalin koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Salah satu fokus utamanya menciptakan kemudahan perizinan dan dukungan visa bagi artis maupun peserta internasional.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!