ID EN

Inggris vs Argentina: Alexis Mac Allister dan Noni Madueke Sama-sama Percaya Diri 

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:00

Penulis: Arif S

Gelandang tim nasional Argentina Alexis Mac Allister
Gelandang tim nasional Argentina Alexis Mac Allister di Atlanta United Training Ground, Marietta, Georgia.
Sumber: Antara/Michael Siahaan

Laga semifinal Piala Dunia 2026 akan mempertemukan dua raksasa sepak bola dunia, Inggris dengan Argentina di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Kamis dini hari WIB. Gelandang Argentina Alexis Mac Allister menegaskan timnya tidak merasa tertekan, sementara winger Inggris Noni Madueke percaya diri The Three Lions bisa meredam Tim Tango.

Argentina menatap semifinal dengan status juara bertahan sekaligus memburu trofi Piala Dunia keempat sepanjang sejarah. Pengalaman tampil di laga-laga besar menjadi modal utama skuad asuhan Lionel Scaloni untuk menghadapi tantangan berat dari Inggris.

"Kami tidak merasakan tekanan. Kami sudah berpengalaman bermain di semifinal Piala Dunia dan kami berharap itu membantu," ujar Mac Allister sebelum menjalani latihan di Atlanta United Training Ground, Marietta, Georgia, Selasa.

Meski optimistis, gelandang Liverpool itu menilai Inggris sebagai lawan yang sangat berbahaya. Ia tidak terkejut skuad Thomas Tuchel dengan deretan pemain berkualitas berada di empat besar turnamen.

"Inggris mempunyai sederet pemain luar biasa dan mereka ditangani pelatih yang bagus. Saya sama sekali tidak terkejut mereka bisa sampai sejauh ini (di Piala Dunia 2026-red),"** kata pria berusia 27 tahun itu.

Mac Allister menegaskan rasa hormat kepada lawan bukan berarti Argentina akan bermain hati-hati. Menurutnya, seluruh pemain siap memberikan segalanya demi membawa Albiceleste kembali ke final.

"Kami akan melakukan setiap usaha terbaik yang kami bisa," tandasnya.

Inggris Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi

Inggris datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Norwegia 2-1 melalui dua gol Jude Bellingham. Winger Noni Timnas Inggris Madueke menilai skuad Thomas Tuchel memiliki kualitas untuk menghentikan laju juara bertahan.

Ia bahkan mengatakan lawan-lawan Inggris seharusnya lebih khawatir menghadapi The Three Lions dibanding sebaliknya.

"Saya rasa tim lain akan lebih khawatir mengenai kami," kata Madueke.

Menurut pemain Arsenal, kekompakan skuad Inggris terus berkembang sepanjang turnamen. Hubungan antarpemain yang semakin erat juga menjadi salah satu faktor pendukung Langkah mereka hingga ke semifinal. 

"Pengalamannya sangat baik sejauh ini, saat kita memasuki minggu terakhir. Kini saatnya untuk menuntaskannya dengan gemilang," kata Madueke.

Secara historis, duel Argentina kontra Inggris selalu menghadirkan cerita besar. Kedua negara sudah bertemu 14 kali. Hasilnya, Inggris membukukan enam kemenangan, Argentina meraih tiga kemenangan, sedangkan lima laga lainnya berakhir imbang.

Di Piala Dunia, salah satu pertemuan paling dikenang terjadi pada perempat final 1986 ketika Diego Maradona mencetak dua gol legendaris, "Tangan Tuhan" dan "Gol Abad Ini", yang membawa Argentina menang 2-1 sebelum akhirnya menjadi juara dunia. 

Sementara kemenangan terakhir Argentina atas Inggris di Piala Dunia terjadi pada babak 16 besar edisi 1998 melalui adu penalti.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!