Lima Program Unggulan Kemenpar 2026, Peta Jalan Pariwisata Indonesia
Rabu, 21 Januari 2026 | 15:06
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Adimas Raditya
Indonesia menyiapkan babak baru pariwisatanya pada 2026. Kementerian Pariwisata menetapkan lima program unggulan sebagai fondasi pengembangan sektor wisata nasional yang lebih berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan arah kebijakan tersebut dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR di Jakarta.
"Dengan program unggulan, kami masih konsisten mengutamakan peningkatan Keselamatan Berwisata, Desa Wisata, program pariwisata berkualitas, dan lainnya sekaligus memperkuat kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian nasional," ujar Menpar Widiyanti.
BACA JUGA
Dari Desa Wisata hingga Michelin Keys, 2025 Jadi Tahun Positif Pariwisata Indonesia
Keselamatan Berwisata Jadi Program Unggulan 2026, 200 Pemandu Wisata Ekstrem Dapat Pelatihan
Wisman Serbu Indonesia, Kunjungan Naik 12,3 Persen dalam Setahun Capai 14,85 Juta
Kelima program unggulan itu mencakup peningkatan Keselamatan Berwisata, pengembangan desa wisata, pariwisata berkualitas, Event by Indonesia, serta Tourism 5.0.
Widiyanti menjelaskan, pada 2026 Tourism 5.0 akan difokuskan pada penguatan digitalisasi, khususnya perizinan penyelenggaraan event, langkah yang menyederhanakan proses sekaligus mempercepat ekosistem kreatif dan ekonomi lokal.
Keselamatan berwisata menjadi pondasi utama, terutama bagi destinasi dengan aktivitas berisiko tinggi dan Wisata Ekstrem.
Program ini diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan pelaku pariwisata melalui pelatihan dan sertifikasi berbasis kompetensi bagi pemandu wisata, guna meningkatkan kemampuan pencegahan serta penanganan awal situasi darurat.
Dalam lanskap Indonesia yang kaya petualangan dari laut dalam hingga puncak gunung, keselamatan menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman.
Di akar rumput, desa wisata tetap menjadi prioritas. Pemerintah menargetkan penguatan jejaring lebih dari 6.100 desa wisata di seluruh Indonesia, lengkap dengan pendampingan bagi desa berpotensi dan masyarakat sadar wisata.
Program ini mencakup sertifikasi desa wisata (Sertidewi) serta sertifikasi halal bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), untuk meningkatkan kualitas layanan dan daya saing destinasi berbasis komunitas.
Pada ranah pariwisata berkualitas, fokus diarahkan pada minat khusus bernilai tambah tinggi. Widiyanti mengatakan pemerintah akan mendorong pengembangan gastronomi, bahari (marine), wellness, wastra, serta seni dan desain.
Pendekatan ini dirancang untuk menarik wisatawan dengan daya beli tinggi sekaligus meningkatkan pengeluaran wisatawan, melalui kegiatan pendukung seperti Gerakan Wisata Bersih, kurasi daya tarik dan pola perjalanan, serta penguatan Wonderful Indonesia Gastronomy dan Wonderful Indonesia Wellness.
Sementara itu, Event by Indonesia diposisikan sebagai etalase global identitas Indonesia. Program ini mencakup Karisma Event Nusantara, SEABEF, serta berbagai agenda nasional dan internasional yang dirancang berkualitas dan berkelanjutan, menghubungkan budaya lokal dengan panggung dunia, dari kalender festival hingga pertemuan internasional.
Di balik semua program, penguatan sumber daya manusia dan kelembagaan menjadi benang merah. Kementerian Pariwisata menjalankan pelatihan dan sertifikasi berbasis kompetensi dengan target 1.900 peserta, pelatihan soft skills, managerial skills, dan Pariwisata Berkelanjutan bagi 2.090 orang di 38 provinsi, serta pendidikan vokasi melalui enam politeknik pariwisata dengan target 2.950 lulusan.
"Penguatan kualitas SDM dan digitalisasi tata kelola, termasuk perizinan event, menjadi kunci untuk memastikan pengembangan pariwisata nasional yang inklusif, adaptif terhadap perubahan, dan mampu bersaing di tingkat global," pungkasnya.










