Daftar 15 Provinsi Potensial Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Ramah Muslim
Kamis, 2 Juli 2026 | 14:30
Penulis: Arif S

Sumber: disparbud.jabarprov.go.id
Pemerintah terus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan wisata ramah Muslim terbaik di dunia. Melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar), 15 provinsi diprioritaskan untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata ramah Muslim berkualitas guna menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.
Langkah itu menjadi bagian dari strategi memperluas pasar pariwisata berbasis kebutuhan wisatawan Muslim yang terus berkembang secara global.
Pengembangan dilakukan dengan mengoptimalkan potensi daerah, memperkuat layanan, serta menghadirkan berbagai atraksi yang sesuai dengan preferensi wisatawan Muslim.
BACA JUGA
Upaya Kemenpar Perkuat Daya Saing Belitung Sebagai Destinasi Unggulan
Libur Sekolah 2027, Pengelola Destinasi Wisata Diminta Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan
Kemenpar Tekankan Pentingnya Keamanan untuk Menjaga Kepercayaan Wisatawan
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan ke-15 provinsi tersebut dipilih berdasarkan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI), disusun mengacu pada Global Muslim Travel Index (GMTI).
Provinsi yang dinilai potensial menjadi destinasi wisata ramah Muslim antara lain Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, dan Bengkulu.
Selain itu, Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Daerah Istimewa Yogyakarta juga masuk dalam daftar.
Untuk memperkuat daya tarik daerah-daerah tersebut, Kemenpar memasukkan berbagai agenda, menyasar wisatawan Muslim ke dalam Karisma Event Nusantara (KEN). Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi ramah Muslim.
Sejumlah agenda seperti Aceh Ramadhan Festival, Aceh Culinary Festival, Muslim Life Fest, Balangan Islamic Festival, Pawai Takbir Batam, hingga Batam Wonderfood & Art Ramadhan diproyeksikan menjadi magnet bagi wisatawan Muslim dari dalam maupun luar negeri.
Selain menghadirkan berbagai event, pemerintah meluncurkan laman khusus Muslim Friendly Travel di Indonesia.travel. Platform tersebut memudahkan wisatawan memperoleh informasi mengenai destinasi, kalender acara, lokasi tempat ibadah, hingga paket wisata ramah Muslim di berbagai daerah.
Menteri Pariwisata menegaskan pemerintah terus memperluas pilihan produk wisata yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim dunia.
"Produk wisata ramah Muslim Indonesia juga terus didiversifikasi, mulai dari wisata religi, kuliner halal, hingga wellness berbasis nilai spiritual," ujarnya.
Di sisi lain, Kemenpar memperkuat kapasitas pelaku usaha melalui program pendampingan bisnis, memperluas akses pasar, serta membuka peluang pembiayaan bagi penyedia paket wisata ramah Muslim agar mampu bersaing di pasar internasional.
Widiyanti menilai Indonesia masih memiliki peluang besar meningkatkan kunjungan wisatawan Muslim dari negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), meski kawasan tersebut tengah menghadapi dinamika geopolitik. Arab Saudi diperkirakan tetap menjadi salah satu penyumbang wisatawan karena konektivitas penerbangannya dengan Indonesia masih terjaga.
Tak hanya membidik pasar dari Malaysia, Brunei Darussalam, Turki, dan Uzbekistan, Kementerian Pariwisata juga memperluas promosi ke negara-negara non-OKI yang memiliki minat tinggi terhadap wisata ramah Muslim, seperti Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, China, Australia, dan Selandia Baru.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!