ID EN

Portugal Lebih Dijagokan, Ronaldo Kejar Gol Perdana di Fase Gugur Piala Dunia 2026

Kamis, 2 Juli 2026 | 15:30

Penulis: Arif S

Portugal melawan Kroasia
Ilustrasi - Pertandingan 32 besar Portugal melawan Kroasia.
Sumber: Antara Infografik/Vintan Rahmadanti

Portugal datang sebagai favorit saat menghadapi Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Toronto Stadium, Jumat pagi WIB. Selain memburu tiket ke babak 16 besar, pertandingan ini juga menjadi kesempatan bagi Cristiano Ronaldo untuk menghapus kutukan di Piala Dunia, belum pernah mencetak gol di fase gugur.

Menurut simulasi superkomputer Opta yang dilakukan sebanyak 25.000 kali, Portugal memiliki peluang kemenangan 54,5 persen dalam waktu normal. Sementara peluang Kroasia untuk menang 20,4 persen, sedangkan kemungkinan pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu 25,1 persen.

Sorotan utama tertuju kepada Ronaldo. Penyerang berusia 41 tahun itu sudah mencetak dua gol pada fase grup saat Portugal menghancurkan Uzbekistan 5-0. Namun, ia gagal mencetak gol ketika Portugal bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo dan ditahan Kolombia tanpa gol.

Jika dimainkan menghadapi Kroasia, Ronaldo akan menjalani pertandingan kesembilan di fase gugur Piala Dunia. Meski demikian, peraih lima Ballon d'Or itu belum pernah sekalipun mencetak gol dalam delapan laga fase gugur.

Statistik itu menjadi salah satu catatan unik dalam karier Ronaldo. Sejak data dicatat pada 1966, ia telah melepaskan 29 tembakan di fase gugur Piala Dunia tanpa menghasilkan gol, menyamai rekor Roberto Carlos sebagai pemain dengan jumlah tembakan terbanyak tanpa mampu mencetak gol.

Di sisi permainan, Portugal dominan sepanjang fase grup. Tim asuhan Roberto Martinez mencatatkan 1.690 operan, terbanyak sepanjang sejarah Portugal di fase grup Piala Dunia, dengan rata-rata penguasaan bola 62,5 persen.

Pekerjaan rumah Portugal adalah memperbaiki efektivitas lini depan. Portugal hanya melepaskan 37 tembakan dengan 12 tepat sasaran. 

Catatan itu menjadi salah satu yang terendah dalam sejarah penampilan mereka di fase grup Piala Dunia, hanya lebih baik dibanding edisi 2018.

Salah satu pemain menonjol di kubu Portugal adalah Vitinha. Gelandang Paris Saint-Germain itu menjadi motor permainan Portugal setelah membukukan 270 operan selama fase grup, terbanyak yang pernah dicatat pemain Portugal dalam sejarah fase grup Piala Dunia.

Saat menghadapi Kolombia, Vitinha menyelesaikan seluruh 54 operannya dengan akurasi 100 persen. 

Di kubu lawan, Kroasia bangkit setelah mengawali turnamen dengan kekalahan 2-4 dari Inggris. Tim asuhan Zlatko Dalic kemudian meraih dua kemenangan beruntun atas Panama dan Ghana untuk memastikan diri lolos sebagai runner-up Grup L.

Kroasia berpeluang mencatat tiga kemenangan beruntun di turnamen besar untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 2018 ketika mereka melaju hingga partai final. 

Laga ini juga berpotensi menjadi momen bersejarah bagi Luka Modric. Jika dimainkan, gelandang veteran itu akan mencatat penampilan ke-23 di Piala Dunia, menyamai Paolo Maldini dan Manuel Neuer sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak kelima sepanjang sejarah turnamen.

Secara rekor pertemuan, Portugal memiliki keunggulan mencolok. Selecao hanya sekali kalah dalam 10 pertemuan melawan Kroasia di semua kompetisi dengan rincian tujuh kemenangan dan dua hasil imbang. 

Dalam pertandingan kompetitif, Portugal bahkan tidak pernah kalah dengan lima kemenangan dan satu hasil seri.

Berdasarkan simulasi Opta, Portugal memiliki peluang 67,4 persen untuk melaju ke babak 16 besar dan peluang 4,1 persen menjadi juara dunia. 

Sebaliknya, peluang Kroasia 32,6 persen lolos ke babak berikutnya, sementara kans mereka mengangkat trofi Piala Dunia hanya 0,6 persen.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!