ID EN

Malaysia Dominasi Kunjungan Wisatawan Asing ke Lombok, Penerbangan Langsung Jadi Kunci

Kamis, 2 Juli 2026 | 16:30

Penulis: Arif S

Ilustrasi tiket pesawat
Ilustrasi - Tiket pesawat.
Sumber: Freepik

Nusa Tenggara Barat (NTB) mempertahankan daya tariknya di mata wisatawan mancanegara, terutama dari Malaysia. Kedekatan geografis didukung penerbangan langsung menjadikan Negeri Jiran sebagai penyumbang wisatawan asing terbesar yang masuk melalui Bandara Lombok sepanjang Mei 2026.

Arus kunjungan itu menunjukkan konektivitas udara masih menjadi faktor utama dalam mendongkrak pariwisata daerah. Selain kemudahan akses, promosi wisata ramah Muslim dan beragam destinasi unggulan di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa semakin menarik minat wisatawan asal Malaysia.

"Malaysia adalah negara asal turis terbanyak yang masuk lewat Bandara Lombok. Jumlah mereka mencapai 2.812 orang," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Wahyudin di Mataram.

Sepanjang Mei 2026, jumlah wisatawan mancanegara yang datang melalui Bandara Lombok sebanyak 7.987 orang. Dari total itu, sekitar 35 persen berasal dari Malaysia. Singapura berada di posisi berikutnya dengan 950 wisatawan, disusul Prancis 551 orang.

Tingginya kunjungan wisatawan Malaysia tidak lepas dari tersedianya penerbangan langsung yang menghubungkan Bandara Lombok dengan Kuala Lumpur. Dengan kemudahan akses ini, perjalanan menuju berbagai destinasi wisata di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa menjadi lebih praktis dan efisien.

Jika dilihat berdasarkan kawasan, wisatawan asal ASEAN masih mendominasi dengan total 4.030 orang. Selanjutnya diikuti wisatawan Eropa 2.489 orang, Asia di luar ASEAN 858 orang, Amerika 324 orang, Oseania 207 orang, Afrika 72 orang, dan Timur Tengah tujuh orang.

"Wisatawan mancanegara paling tinggi dari ASEAN dan jika dilihat lebih detail mayoritas dari mereka berasal dari Malaysia,"katanya.

Saat ini, rute penerbangan langsung Lombok–Kuala Lumpur tersedia satu hingga dua kali setiap hari. Waktu tempuh penerbangan sekitar tiga jam, dengan harga tiket berkisar antara Rp3,5 juta - Rp4,5 juta.

Pemerintah Provinsi NTB terus memanfaatkan momentum dengan menggencarkan promosi pariwisata ramah Muslim dan destinasi wisata berkualitas. Strategi ini diharapkan mampu memperkuat posisi NTB sebagai salah satu tujuan favorit wisatawan Malaysia sekaligus memperluas pasar wisatawan mancanegara lainnya.

Meski Malaysia masih menjadi pasar utama wisatawan asing melalui jalur udara, BPS mencatat total kunjungan wisatawan mancanegara ke NTB mengalami penurunan pada Mei 2026. Jumlah wisatawan turun 8,05 persen dibandingkan April 2026 yang mencapai 8.686 orang.

Secara tahunan, kunjungan wisatawan asing juga turun 7,57 persen dibandingkan Mei 2025 yang tercatat sebanyak 8.641 orang.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!