Garap Pasar China, Promosi Wisata Indonesia Hasilkan Potensi Transaksi Rp109 Miliar
Kamis, 4 Juni 2026 | 15:45
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
Upaya Indonesia memperkuat posisinya di pasar pariwisata China menunjukkan hasil positif. Melalui program promosi di dua kota utama China, Shanghai dan Guangzhou, Kementerian Pariwisata mencatat potensi transaksi sekitar Rp109 miliar sekaligus membuka peluang peningkatan Kunjungan Wisatawan asal Negeri Tirai Bambu ke berbagai destinasi unggulan Tanah Air.
Capaian itu menjadi sinyal kuat pasar China masih menjadi salah satu sumber Wisatawan Mancanegara paling menjanjikan bagi Indonesia. Di tengah semakin ketatnya persaingan destinasi global, promosi terarah didukung konektivitas penerbangan menjadi modal penting untuk menarik lebih banyak wisatawan berkunjung ke Indonesia.
Program Sales Mission Kemenpar di Shanghai dan Guangzhou pada Mei lalu melibatkan 14 pelaku industri pariwisata nasional, mulai dari agen perjalanan, penyedia akomodasi, hingga penyelenggara atraksi wisata, menawarkan beragam pengalaman berlibur di Indonesia.
BACA JUGA
Parapuar Jadi Magnet Baru Wisata Darat Labuan Bajo Lewat Pagelaran Seni dan Budaya
Kunjungan Turis China Naik 25,5 Persen, Masuk ke Indonesia Lewat Dua Gerbang Utama
Lonjakan Turis China ke Indonesia Tertinggi dalam 6 Tahun, Bali Jadi Destinasi Utama
Dalam kegiatan itu, Indonesia memperkenalkan sejumlah Destinasi Favorit seperti Bali, Lombok, Surabaya, dan Jakarta. Tidak hanya itu, berbagai produk wisata minat khusus juga dipromosikan, mulai dari wisata kebugaran (wellness tourism), wisata bahari, wisata budaya, hingga wisata berbasis alam.
"Kegiatan Sales Mission ini menjadi salah satu upaya Kementerian Pariwisata RI dalam memperluas jejaring bisnis pariwisata Indonesia dengan mitra industri di China melalui pertemuan business-to-business (B2B) yang mempertemukan pelaku industri dari kedua negara," ujar Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar RI Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan resminya pada Selasa 2 Juni 2026.
Strategi mempertemukan langsung pelaku industri kedua negara melalui forum business-to-business terbukti efektif. Selain membuka peluang kerja sama baru, model promosi ini juga memungkinkan pelaku industri pariwisata Indonesia memahami kebutuhan pasar China yang terus berkembang.
Sales Mission di Shanghai dan Guangzhou menjaring 12.336 potential pax dengan nilai transaksi sekitar Rp109 miliar serta potensi devisa, diperkirakan mencapai Rp265 miliar.
Kemenpar menilai China tetap menjadi salah satu pasar prioritas karena memiliki jumlah wisatawan outbound yang sangat besar.
Pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan asal China meningkat hingga 28 persen sepanjang tahun ini atau 1,72 juta kunjungan. Target tersebut realistis mengingat tren pertumbuhan sudah terlihat sejak awal tahun.
Sepanjang kuartal pertama 2026, jumlah wisatawan China yang berkunjung ke Indonesia mencapai 357.700 orang. Angka itu meningkat 25 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya dan menjadi indikator positif bagi industri pariwisata nasional.
Peningkatan kunjungan tidak lepas dari semakin kuatnya konektivitas udara antara Indonesia dan China. Bertambahnya frekuensi penerbangan langsung mempermudah akses menuju berbagai Destinasi Wisata Indonesia.
Pemilihan Shanghai dan Guangzhou sebagai lokasi promosi bukan tanpa alasan. Kedua kota tersebut merupakan pusat ekonomi sekaligus pintu keberangkatan utama wisatawan China yang bepergian ke luar negeri, termasuk ke berbagai destinasi di Indonesia.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!