Kalahkan Alcaraz, Sinner Ukir Sejarah di Monte-Carlo Masters Rebut Kembali Peringkat 1 Dunia
Senin, 13 April 2026 | 16:39
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: AntaraNews
Jannik Sinner mencatatkan tonggak penting dalam kariernya setelah menjuarai Monte-Carlo Masters 2026. Gelar ATP Masters 1000 pertama di lapangan tanah liat itu diraih usai menundukkan rival utamanya, Carlos Alcaraz, dengan skor 7-6(5), 6-3, Minggu, 12 April 2026.
Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan Sinner kembali ke posisi puncak peringkat dunia ATP, mempertegas dominasinya di level tertinggi tenis dunia.
Pertemuan ini menjadi yang pertama sejak final ATP Finals pada November lalu, di mana Sinner juga keluar sebagai pemenang. Dalam laga berdurasi dua jam 15 menit, petenis Italia itu tampil lebih efektif di momen krusial.
BACA JUGA
Kehilangan Momentum, Alcaraz Gagal Pertahankan Gelar di Monte-Carlo
Final Monte-Carlo: Alcaraz Vs Sinner Perebutkan Gelar dan Tahta Dunia
Carlos Alcaraz Jalani Musim Sempurna dengan Status Petenis Nomor 1 ATP Akhir Tahun
Ia mengamankan set pertama melalui tie-break setelah Alcaraz melakukan kesalahan ganda pada set point. Di set kedua, Sinner bangkit dari ketertinggalan 1-3 sebelum menutup pertandingan dengan solid.
"Kami datang ke sini untuk mencoba memainkan sebanyak mungkin pertandingan, mendapatkan umpan balik yang baik sebelum turnamen besar lainnya yang akan datang. Hari ini adalah level permainan yang tinggi dari kami berdua," kata Sinner usai pertandingan, dikutip dari ATP.
"Agak berangin, agak berembus kencang. Kondisi yang berbeda dari yang terjadi di turnamen sebelumnya. Hasilnya luar biasa. Kembali ke peringkat No. 1 sangat berarti bagi saya. Saya sangat senang memenangi gelar besar di permukaan ini. Saya belum pernah melakukannya sebelumnya dan ini sangat berarti bagi saya."
Mental Tangguh Jadi Kunci Comeback
Meski hanya mencatatkan 51 persen keberhasilan servis pertama, Sinner mampu menjaga fokus dan memaksimalkan peluang saat Alcaraz melakukan banyak kesalahan sendiri.
"Saya merasa berhasil dalam pengembalian bola dan merasa bola baru membantu saya, pergantian bola terjadi pada kedudukan 2-1, dan saya hanya mencoba untuk tetap fokus secara mental," ujar Sinner tentang comeback-nya di set kedua.
"Saya mencoba untuk terus berjuang. Saya merasa sedikit lelah, jadi saya mencoba untuk mempertahankan mentalitas yang tepat, jadi memenangi trofi ini sangat berarti bagi saya."
Catatan Bersejarah dan Dominasi Berlanjut
Gelar ini menempatkan Sinner dalam daftar elite sebagai petenis ketiga yang mampu memenangi empat turnamen ATP Masters 1000 secara beruntun, menyamai capaian Novak Djokovic dan Rafael Nadal.
Ia juga mengikuti jejak Djokovic (2015) sebagai pemain yang mampu menjuarai Miami dan Monte-Carlo secara beruntun dalam satu musim.
Performa Sinner semakin impresif dengan catatan:
- 17 kemenangan beruntun musim ini
- 22 kemenangan beruntun di level Masters 1000
- Hanya kehilangan satu set sepanjang turnamen Monte-Carlo
Di sisi lain, Carlos Alcaraz tetap memberikan apresiasi atas pencapaian rivalnya tersebut.
"Sungguh mengesankan apa yang Anda capai saat ini," kata Alcaraz kepada Sinner selama upacara penyerahan trofi.
"Hanya satu orang yang memenangi "Sunshine Double" dan Monte-Carlo dan Anda sekarang menjadi yang kedua. Ini sesuatu yang luar biasa dan saya baru saja merasakan betapa sulitnya itu. Selamat atas segalanya dan kerja keras yang Anda lakukan bersama tim Anda."
Rivalitas Kian Memanas
Hasil ini memperbarui rekor pertemuan keduanya. Sinner kini unggul dalam tren terbaru, termasuk di lapangan tanah liat dengan catatan 2-3, serta 7-10 secara keseluruhan.
Kemenangan ini juga menandai kembalinya Sinner ke peringkat satu dunia, posisi yang sebelumnya sempat ia tempati setelah menjuarai Paris Masters.










