ID EN

Kehilangan Momentum, Alcaraz Gagal Pertahankan Gelar di Monte-Carlo

Senin, 13 April 2026 | 16:33

Penulis: Respaty Gilang

Carlos Alcaraz
Petenis Spanyol Carlos Alcaraz.
Sumber: Antara/ATP Tour

Langkah Carlos Alcaraz untuk mempertahankan gelar di Monte-Carlo Masters 2026 harus terhenti di partai final. Petenis muda asal Spanyol itu mengakui kegagalannya tak lepas dari performa yang kurang maksimal di momen-momen penting saat menghadapi rivalnya, Jannik Sinner.

Dalam laga puncak yang berlangsung ketat, Alcaraz sebenarnya sempat menciptakan sejumlah peluang. Namun, ia gagal mengonversinya menjadi poin krusial yang bisa mengubah jalannya pertandingan.

"Saya akan mengatakan bahwa di momen-momen penting, poin-poin penting, saya tidak bermain bagus," kata Alcaraz dikutip dari ATP, Senin, 13 April 2026.

"Saya pikir saya memiliki begitu banyak peluang dalam pertandingan yang tidak saya manfaatkan. Begitu banyak gim, poin, begitu banyak 15-30, 0-30."

"Saya pikir di tie-break pertama, saya tidak bermain bagus dan saya pikir dia hanya memainkan tenis yang luar biasa saat momen penting. Saya pikir itulah kuncinya hari ini.”

Momentum Hilang, Kesalahan Jadi Penentu

Alcaraz sejatinya sempat berada di atas angin dengan keunggulan satu break di masing-masing set. Namun, inkonsistensi menjadi masalah utama. Ia melakukan double fault pada saat krusial di tie-break set pertama, sebelum akhirnya kehilangan keunggulan 3-1 di set kedua.

Total 45 unforced error yang dicatatkan Alcaraz menjadi faktor besar yang dimanfaatkan Sinner untuk membalikkan keadaan.

Selain faktor teknis, kondisi cuaca juga turut memengaruhi jalannya pertandingan. Angin yang berubah-ubah membuat kedua pemain kesulitan mengontrol bola, terutama dalam rally panjang.

"Saya rasa kondisi hari ini sangat sulit, karena saya menganggap diri saya bermain tenis hebat saat angin bertiup kencang. Angin hari ini agak sulit karena tidak hanya searah," kata Alcaraz.

"Anginnya berputar-putar. Satu poin Anda bermain dengan bantuan angin dan poin berikutnya kebalikannya. Jadi sulit untuk memahami ke mana arah angin."

Sinner Kian Solid di Clay Court

Kemenangan ini membuat catatan head-to-head Jannik Sinner atas Alcaraz menjadi 7-10 secara keseluruhan, termasuk 2-3 di lapangan tanah liat.

Meski kalah, Alcaraz mengakui perkembangan signifikan rivalnya tersebut, terutama di permukaan clay.

"Kita telah melihat level Jannik di lapangan tanah liat dan saya pikir dia telah banyak berkembang dari tahun ke tahun," kata Alcaraz tentang Sinner yang menggeser peringkatnya di posisi No.1 dunia.

"Saya pikir dia mencapai level di lapangan tanah liat yang akan sangat berbahaya bagi semua orang. Saya sama sekali tidak terkejut, karena kita bisa melihat level permainannya tahun lalu di Roland Garros."

Meski gagal di Monte-Carlo, Alcaraz tetap mencatatkan performa impresif musim ini dengan rekor 21-3 berdasarkan indeks menang/kalah ATP.

Selanjutnya, ia dijadwalkan tampil di turnamen ATP 500 Barcelona pekan depan sebagai bagian dari persiapannya menghadapi rangkaian musim clay court.