ID EN

Jakarta Incar Status Kota Lari Asia Tenggara, Event Sport Tourism Diperkuat

Minggu, 7 Desember 2025 | 11:33

Penulis: Respaty Gilang

Lomba lari maraton
Ilustrasi lomba lari.
Sumber: freepik

Jakarta kini tak lagi sekadar pusat bisnis dan hiburan. Ibu Kota mulai menyiapkan diri menjadi magnet baru bagi traveler yang suka olahraga, terutama komunitas lari yang terus berkembang pesat di Indonesia. Semangat itu ditegaskan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat meluncurkan Jekate Running Series di Jakarta.

“Kami akan menjadikan Jakarta sebagai ‘sport tourism’,” kata Pramono Anung saat memberikan keterangan pada acara peluncuran Jekate Running Series di Jakarta, Minggu, 7 Desember 2025.

Komitmen tersebut bukan hanya slogan. Bagi anak muda yang hobi traveling, konsep sport tourism mulai jadi pengalaman baru, datang ke kota bukan hanya buat staycation atau kulineran, tapi ikut event lari sembari mengeksplor area sekitar venue. Jakarta melihat peluang itu dengan sangat serius.

Jakarta dan Tren Lari yang Meledak

Dalam tiga tahun terakhir, olahraga lari mengalami lonjakan peminat. Di berbagai kota besar, race 5K, 10K, half marathon, hingga marathon selalu penuh bahkan dalam hitungan menit setelah pendaftaran dibuka. 

Jakarta sendiri hampir setiap pekan menjadi tuan rumah event lari. Mulai dari race komunitas, fun run, hingga event berlabel internasional seperti Jakarta Marathon yang membawa ribuan wisatawan olahraga ke Ibu Kota.

Pramono memahami hal ini sebagai potensi wisata baru. Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta akan hadir sebagai mitra strategis bagi semua penyelenggara.

“Saya menyampaikan kepada jajaran. Siapa pun yang ingin menyelenggarakan lari di Jakarta, kita fasilitasi sebaik-baiknya,” ujarnya.

Dukungan yang diberikan mencakup proses perizinan yang lebih mudah, pengamanan rute, hingga penempatan petugas di titik-titik penting saat event berlangsung. Bagi para pelari luar kota atau traveler yang sengaja datang demi mengikuti race, fasilitas yang tertata rapi menjadi nilai tambah yang besar.

Lari sebagai Pintu Masuk Menjelajahi Kota

Jakarta sebenarnya punya banyak spot menarik untuk dijelajahi lewat lari, area Sudirman Thamrin yang ikonik, jalur hijau di GBK, kawasan Kota Tua yang penuh sejarah, hingga tepian Danau Sunter atau hutan kota di kawasan GBK. Bila semua ini dikemas lewat event lari, pengalaman traveler akan jadi jauh lebih personal dan memorable.

Dukungan Pemprov DKI juga diarahkan untuk memberi efek ekonomi langsung bagi warga sekitar. Ajang lari biasanya menarik ribuan orang, dan itu berarti peluang meningkatnya transaksi UMKM lokal, okupansi hotel, penyewaan transportasi, hingga pebisnis kopi yang selalu jadi favorit para pelari setelah race.

“Selain itu, Pramono juga ingin agar ajang-ajang yang rutin diselenggarakan di DKI Jakarta dapat menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang atau UMKM, hotel, dan sektor usaha lainnya,” tulisnya.

Target Ambisius: 40–50 Ribu Pelari

Jakarta tak setengah-setengah dalam membangun ekosistem ini. Pemerintah menargetkan partisipasi besar dalam dua tahun mendatang.

“Kami berharap pada 2026, ada ajang lari yang pesertanya dapat mencapai 40 ribu dan untuk 2027 menjadi 50 ribu,” katanya menambahkan.

Target tersebut setara dengan event besar di kota-kota dunia seperti Tokyo, Chicago, atau Singapura. Jika tercapai, bukan tidak mungkin Jakarta akan masuk daftar destinasi lari paling dicari di Asia.

Agar Jakarta benar-benar siap menjadi kota sport tourism, kebijakan pendukung juga harus mulai dirasakan publik, seperti perluasan ruang publik yang nyaman, area pedestrian yang aman, air mancur interaktif, dan rute hijau. 

Sebagian kawasan sudah menunjukkan peningkatan, termasuk trotoar baru, jalur sepeda, dan ruang terbuka yang semakin ramah untuk aktivitas fisik.

Bagi traveler muda, ini kabar baik. Datang ke Jakarta kini punya pengalaman baru, ikut race pagi hari, lalu jalan-jalan di kota, hunting kuliner, atau menikmati sunset di kawasan Ancol. Tipe liburan aktif yang semakin banyak disukai generasi saat ini.

Dengan dukungan pemerintah, komunitas yang tumbuh pesat, dan ratusan event lari setiap tahun, Jakarta punya peluang besar menjadi salah satu pusat sport tourism paling menarik di Asia Tenggara.