Persebaya Ukir Sejarah di Padang, Menang Setelah Menunggu Satu Dekade
Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:40
Penulis: Arif S

Sumber: Antara Foto/Fitra Yogi
Persebaya Surabaya akhirnya menorehkan sejarah baru di Padang. Setelah lebih dari satu dekade gagal membawa pulang kemenangan dari Stadion H. Agus Salim, Green Force tampil menggila dengan pesta tujuh gol saat menghadapi Semen Padang pada pekan ke-33 Super League 2025-2026.
Kemenangan besar itu bukan hanya menjadi catatan penting dalam perjalanan Persebaya musim ini, tetapi juga membuka kembali peluang tampil di kompetisi Asia. Tambahan tiga poin membawa Bajul Ijo naik ke posisi empat klasemen sementara dengan koleksi 55 poin.
Meski timnya tampil superior, pelatih Bernardo Tavares memilih meredam euforia. Pelatih asal Portugal itu langsung mengalihkan fokus menuju laga berikutnya melawan Persik Kediri.
BACA JUGA
Bernardo Tavares Sebut Laga Tak Mudah Meski Persebaya Menang Telak Atas Arema
Malik Risaldi Dapat Kepercayaan Tavares, Tapi Tetap Harus Bersaing di Persebaya
Persebaya Buru Kemenangan Bersejarah di Markas Semen Padang
“Sekarang fokus kami recovery dan melihat kondisi pemain. Beberapa pemain belum 100 persen fit. Kami harus tetap rendah hati dan tidak terlena,” ujar Tavares dikutip dari situs resmi Persebaya.
Persebaya menunjukkan permainan efektif sepanjang pertandingan. Statistik memperlihatkan dominasi Green Force lewat 49 persen penguasaan bola.
Dari total 19 tembakan, 10 di antaranya tepat sasaran. Selain itu, Persebaya juga mencatatkan 12 kreasi peluang dan 47 umpan sukses ke area sepertiga akhir pertahanan lawan.
Francisco Rivera menjadi pembuka pesta gol Persebaya sebelum digandakan Arief Catur Pamungkas. Momentum itu meningkatkan kepercayaan diri tim tamu untuk terus menambah gol.
Selepas jeda, Semen Padang benar-benar kesulitan keluar dari tekanan. Bruno Moreira dan Mihailo Perovic ikut mencatatkan nama di papan skor sebelum Bruno Paraiba menjadi bintang utama lewat hattrick impresif di babak kedua.
Meski skor akhir terlihat mencolok, Tavares menilai pertandingan berlangsung jauh lebih sulit dibandingkan yang terlihat di papan skor.
“Skornya memang besar, tetapi pertandingannya tidak semudah itu,” katanya.
Tavares juga mengkritisi performa timnya, terutama saat kehilangan bola menjelang akhir babak pertama. Menurutnya, detail kecil seperti itu bisa menjadi masalah serius jika kembali terulang saat menghadapi Persik Kediri.
“Kami tidak cukup bagus dalam reaksi ketika kehilangan bola pada 10 sampai 15 menit terakhir babak pertama. Kalau itu terjadi lagi saat lawan Persik, kami bisa mendapat masalah,” tegasnya.
Pelatih yang pernah membawa PSM Makassar juara liga itu memuji ketajaman Bruno Paraiba, Ia menilai gol Paraiba meruntuhkan perlawanan Semen Padang.
“Saya pikir itu mematikan permainan. Bagus karena kami mencetak banyak gol, tapi kami harus tetap rendah hati,” kata Tavares.
Kemenangan di Padang terasa lebih spesial bagi Persebaya karena menghapus catatan negatif setiap bermain di kandang Semen Padang.
Di tengah euforia kemenangan, Tavares tetap menunjukkan respek tinggi kepada lawannya yang dipastikan terdegradasi ke kasta kedua musim depan.
“Saya sangat menghormati Semen Padang. Indonesia membutuhkan tim seperti mereka di kompetisi tertinggi, apalagi dengan stadion baru dan atmosfer yang bagus,” harapnya.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!