ID EN

Event Lari Solo Tembus Standar Internasional, 7.700 Pelari Siap Ambil Bagian

Minggu, 12 April 2026 | 16:26

Penulis: Respaty Gilang

Mangkunegaran Run 2026
K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X (tengah) dalam konferensi pers Mangkunegaran Run 2026.
Sumber: AntaraNews

Ajang lari tahunan Mangkunegaran Run 2026 dipastikan naik kelas setelah rutenya mengantongi sertifikasi dari badan atletik dunia. Event ini akan digelar di Solo pada 3 Mei 2026.

Sertifikasi tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas kompetisi, terutama dari sisi akurasi lintasan, keamanan peserta, hingga pengakuan internasional.

“Sertifikasi lintasan lari diperlukan untuk menjamin standar kualitas, keamanan, dan keadilan dalam perlombaan. Sertifikasi ini memastikan jarak lintasan akurat, permukaan aman untuk mengurangi Cedera, serta diakui secara internasional,” kata K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X.

Ia menjelaskan bahwa proses sertifikasi dilakukan langsung oleh perwakilan badan atletik dunia yang datang ke Solo guna memastikan seluruh aspek lintasan memenuhi standar global.

Tahun ini, Mangkunegaran Run menjadi bagian dari rangkaian Adeging Mangkunegaran dan diproyeksikan diikuti lebih dari 7.700 pelari. Tiga kategori yang dipertandingkan yakni 5K, 10K, dan half Marathon.

Selain sebagai ajang Olahraga, event ini juga mengusung konsep perpaduan antara sport, budaya, dan interaksi sosial. Mangkoenagoro X menegaskan bahwa Mangkunegaran Run terus menghadirkan inovasi untuk memperkenalkan budaya kepada masyarakat melalui aktivitas olahraga.

Apresiasi juga datang dari Wali Kota Solo, Respati Adi, yang melihat tren positif dari peningkatan jumlah peserta setiap tahunnya.

“Kami melihat perkembangan yang sangat positif, terutama dari sisi partisipasi dan antusiasme masyarakat. Setiap tahun jumlah peserta meningkat, dan makin banyak komunitas yang terlibat,” katanya.

Keunikan lain dari ajang ini adalah rute lomba yang melewati sejumlah titik bersejarah di Solo, memberikan pengalaman berbeda bagi para pelari sekaligus memperkenalkan kekayaan kota tersebut.

Dari sisi dukungan, Permata Bank turut berkontribusi dalam pengembangan ekosistem olahraga yang berkelanjutan. Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, menyebut bahwa event ini juga membawa dampak lingkungan.

Salah satunya melalui program konversi total jarak tempuh peserta menjadi penanaman hingga 5.000 pohon di Bukit Tigapuluh, Jambi, sebagai bagian dari upaya pelestarian habitat gajah Sumatra.

Sementara itu, Co-Founder dan COO Katadata Indonesia, Ade Wahyudi, menyoroti dampak ekonomi dari ajang tersebut.

“Berdasarkan survei Katadata Insight Center, dampak ekonomi terhadap Kota Solo mencapai Rp40 miliar dengan rata-rata pengeluaran pelari sekitar Rp2,5 juta di luar tiket,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga mendorong pertumbuhan omzet pelaku usaha lokal serta peningkatan jumlah wisatawan selama penyelenggaraan.

Dengan kombinasi antara standar internasional, konsep budaya, dan dampak ekonomi, Mangkunegaran Run 2026 menjadi salah satu event lari yang patut diperhitungkan di Indonesia.