Tren Wisata Hemat 2026, Paket Overland Jadi Favorit Traveler Indonesia
Selasa, 19 Mei 2026 | 18:00
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Canva
Di tengah tekanan ekonomi global yang membuat banyak orang mulai lebih selektif mengatur pengeluaran, tren Liburan Hemat justru mulai berkembang di Indonesia. Kini, traveling tak selalu identik dengan biaya mahal atau perjalanan mewah. Paket Wisata yang lebih fleksibel, singkat, dan ramah di kantong mulai menjadi solusi baru bagi traveler yang tetap ingin menikmati momen liburan tanpa menguras tabungan.
Asosiasi Travel Agent Indonesia atau Astindo menilai konsep paket wisata adaptif menjadi peluang besar untuk menjaga pergerakan wisata domestik tetap hidup, khususnya bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.
"Paket wisata yang lebih adaptif, menyesuaikan dengan kondisi yang sekarang yang mungkin lebih pendek, lebih ke regional kemudian juga dengan budget (anggaran)-nya juga lebih terjangkau," kata Ketua Astindo, Pauline Suharno, dilansir dari Antara, Selasa, 19 Mei 2026.
BACA JUGA
Liburan Hemat ala Backpacker, Ini Negara dengan Kurs Ramah untuk Orang Indonesia
Kesalahan Sepele yang Bisa Bikin Liburan Berantakan
Liburan Tetap Gas! Pemerintah Tahan Kenaikan Tiket Pesawat
Konsep wisata adaptif ini menawarkan pengalaman liburan yang lebih realistis dengan kondisi ekonomi saat ini. Durasi perjalanan dibuat lebih singkat, destinasi lebih dekat, namun tetap memberikan pengalaman menarik bagi wisatawan.
Salah satu tren yang mulai banyak diminati adalah perjalanan darat atau overland trip. Selain lebih hemat, konsep ini juga memberikan pengalaman menikmati perjalanan secara perlahan sambil mengeksplorasi banyak kota dalam satu rute.
Astindo bahkan mulai merancang paket perjalanan menggunakan sleeper bus hingga kereta api untuk memangkas biaya transportasi yang selama ini menjadi pengeluaran terbesar saat liburan.
Menurut Pauline, konsep perjalanan seperti ini juga menawarkan fleksibilitas lebih tinggi dibanding paket wisata konvensional. Salah satunya terlihat dari sistem makan yang kini tidak lagi harus selalu dilakukan bersama dalam grup seperti model paket lama.
"Dan ini sejalan dengan prinsip sustainability (keberlanjutan) di mana kita bisa berdampak untuk masyarakat lokal ketika kita membuat paket wisata atau menyelenggarakan paket perjalanan," ucap Pauline.
Konsep sustainability tourism memang mulai menjadi perhatian traveler modern. Wisatawan kini tak hanya mencari destinasi indah, tetapi juga pengalaman yang memberi dampak positif bagi ekonomi lokal, mulai dari menginap di penginapan milik warga hingga mencicipi kuliner khas daerah.
Salah satu contoh paket wisata yang sedang dikembangkan Astindo adalah perjalanan overland dari Yogyakarta menuju Banyuwangi atau Solo menggunakan kereta api. Konsep ini memungkinkan traveler menikmati perjalanan santai sambil singgah di beberapa destinasi menarik sepanjang jalur perjalanan.
"Jadi overland, naik kereta api. Ini yang sudah kami lakukan sehingga berharap nantinya masyarakat ketika long weekend (Libur Panjang) tuh enggak diam-diam aja, tapi tetap melakukan perjalanan aglomerasi," jelas dia.
Tren perjalanan singkat seperti ini juga mulai sejalan dengan gaya traveling Generasi Muda yang lebih menyukai short escape dibanding liburan panjang. Selain hemat waktu, konsep ini dianggap lebih mudah disesuaikan dengan jadwal kerja dan budget bulanan.
Tak hanya soal paket perjalanan, Pauline juga menilai edukasi kepada masyarakat terkait wisata hemat perlu terus diperluas agar semakin banyak orang memahami bahwa traveling tetap bisa dilakukan dengan biaya yang lebih terukur.
Selain itu, koordinasi antarinstansi pemerintah juga dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata nasional yang memiliki dampak ekonomi besar bagi masyarakat.
"Koordinasi antar K/L (kementerian/lembaga) itu penting supaya tidak merugikan pariwisata. Karena pariwisata ini kan multiplier effect-nya banyak dan perlu koordinasi antar-lembaga, dengan imigrasi perlu, dengan keuangan, SDM (sumber daya manusia) juga perlu," tutur dia.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!