Tak Ikut Dipecat Bareng Kluivert! Ini Alasan Zwieirs dan Tahamata Masih Dipertahankan PSSI
Senin, 27 Oktober 2025 | 14:30
Penulis: Arif S

Sumber: PSSI
Direktur teknik PSSI, Alexander Zwieirs dan kepala pemandu bakat, Simon Tahamata, dipastikan tidak termasuk dalam gelombang tim kepelatihan yang berpisah dengan PSSI. Kepastian itu disampaikan langsung Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
“Alex masih ada di sini, (penasehat teknis) Jordi Cruyff masih sama dengan kami, Om Simon (Tahamata) masih, cuma memang strata kepelatihan yang U20 dan U23, karena itu bagian dari rencana tadinya, ya bersama, bersepakat (berpisah jalan),” ujar Erick dalam konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Sebelumnya, pelatih timnas Patrick Kluivert dan jajaran stafnya resmi berpisah dengan PSSI sai gagal membawa timnas Indonesia lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
BACA JUGA
PSSI Tunggu Erick Thohir untuk Tentukan Nasib Kluivert
Game Plan Dinilai Sudah Tepat, Tapi Kenapa Timnas Tetap Kalah? Ini Kata Pengamat!
Tak Hanya Pecat Kluivert, Erick Thohir Siapkan Evaluasi Total Timnas Indonesia
Meski begitu, keputusan Kluivert dan timnya menuai beragam reaksi dari publik sepak bola nasional. Sebagian penggemar menyayangkan sikap mereka yang memilih tidak kembali ke Indonesia etelah kegagalan tersebut. Namun Erick menegaskan hal itu bukan menjadi tanggung jawab federasi.
“Mengenai individu, mereka memutuskan pulang atau memutuskan tinggal di sini, itu di luar konteks federasi ataupun saya sendiri. Yang jelas hubungan kerja samanya selesai, kami tinjau bersama-sama, dan positif hubungannya,” jelas Erick.
Lebih lanjut, Erick menekankan, tantangan pembinaan timnas kelompok umur saat ini adalah menyatukan pola kepelatihan antara timnas U23, U20, dan U17, agar pembinaan pemain berjalan berkesinambungan.
Dalam kesempatan itu, Erick juga memberi sinyal promosi bagi pelatih timnas U17, Nova Arianto, untuk menangani timnas U20.
Namun, Erick menegaskanm fokus utama saat ini tetap pada keberlanjutan partisipasi timnas muda di ajang dunia.
“Tantangan federasi bukan itu (lolos ke Piala Dunia) sebenarnya, tapi bagaimana mempersiapkan U17, kita bisa tidak lolos secara konsisten. Makanya U17 mulai lagi di Elite Pro Academy (EPA),” pungkasnya.










