PSSI Tunggu Erick Thohir untuk Tentukan Nasib Kluivert
Selasa, 14 Oktober 2025 | 18:30
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: PSSI
Masa depan Patrick Kluivert sebagai pelatih timnas Indonesia masih menggantung. PSSI belum mengambil keputusan final soal langkah selanjutnya setelah kegagalan skuad Garuda melangkah ke Piala Dunia 2026.
Wakil Ketua Umum PSSI I, Zainuddin Amali, mengungkapkan pihaknya masih menunggu waktu Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, untuk menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) yang akan membahas nasib Kluivert.
“Oh iya tunggu Ketua Umum, kan beliau masih ada acara pernikahan. Mau menikahkan putrinya. Pernikahannya tanggal 18 dan 19 Oktober,” ujar Amali di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin, 13 Oktober 2025.
BACA JUGA
Tak Hanya Pecat Kluivert, Erick Thohir Siapkan Evaluasi Total Timnas Indonesia
FIFA Series 2026 Jadi Ajang Garuda Uji Kualitas Lawan Tim Lintas Benua
Erick Thohir Kantongi Lima Nama Calon Pelatih Baru Timnas Indonesia, Siapa Saja Mereka?
Amali menegaskan, karena kesibukan Erick Thohir, rapat Exco belum akan digelar dalam waktu dekat.
Rapor Buruk di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Sebelumnya, manajer timnas Indonesia sekaligus Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menyampaikan bahwa rapat Exco akan menjadi forum untuk menentukan nasib Kluivert dan staf kepelatihannya.
Langkah ini dilakukan setelah hasil mengecewakan di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Timnas Indonesia kalah 2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Irak, yang membuat asa Garuda terbang ke Amerika Serikat dan Kanada pupus di Jeddah.
Amali menyebut, sebelum mengambil keputusan, PSSI akan menunggu laporan lengkap dari Sumardji selaku Ketua BTN sekaligus manajer tim.
“Kita tunggu dulu laporan dari Ketua BTN sekaligus manajer. Baru kita ambil sikap. Kan kita belum tahu laporan seperti apa,” jelas Amali.
Keputusan Tak Bisa Sepihak
Meski tekanan dari publik dan suporter semakin besar, Amali menegaskan bahwa keputusan terkait masa depan Kluivert tidak bisa diambil secara sepihak. Semua harus melalui mekanisme organisasi.
“Enggaklah. Ini kan organisasi. Kita harus mengambil keputusan bersama-sama. Tapi dasar kita mengambil keputusan dalam rapatnya Exco itu adalah laporan Ketua BTN sekaligus manajer timnas,” tegasnya.
Saat ditanya apakah ada batas waktu untuk rapat Exco, Amali menjawab santai,
“Tidak ada lambat-lambatnya. Ini sesiapnya," jawabnya.
Ketika awak media menanyakan soal alasan Kluivert dan timnya memilih langsung pulang ke Belanda usai dua kekalahan di Jeddah, Amali mengaku tidak tahu menahu terkait hal itu.
Meski masa depan Kluivert di timnas Indonesia kini seperti menunggu peluit panjang, semua pihak tampaknya memilih bersabar. PSSI ingin memastikan keputusan yang diambil benar-benar objektif, bukan hanya karena tekanan publik, tetapi demi arah jangka panjang tim nasional.
Para suporter kini tinggal menunggu, apakah Kluivert masih akan diberi kesempatan menebus kegagalannya, atau PSSI bakal mencari nahkoda baru untuk membawa Garuda terbang lebih tinggi?










