Seabad Jam Gadang Dirayakan dengan Festival Internasional dan Parade Budaya
Kamis, 28 Mei 2026 | 13:30
Penulis: Arif S

Sumber: Kemenpar
Suasana Kota Bukittinggi bakal semakin semarak pada Juni mendatang. Pemerintah Kota Bukittinggi menyiapkan perayaan besar untuk memperingati satu abad Jam Gadang, ikon wisata legendaris yang selama ini menjadi simbol kebanggaan masyarakat Minangkabau.
Tidak sekadar seremoni biasa, peringatan 100 tahun Jam Gadang akan dikemas lewat rangkaian festival seni, budaya, dan literasi bertaraf internasional, menghadirkan delegasi dari berbagai negara.
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias berharap Jam Gadang tidak lagi hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga semakin mendunia.
BACA JUGA
Jam Gadang 100 Tahun, Kemenpar Perkuat Branding Wisata Sumbar
Tour de Singkarak Dihidupkan Lagi, Promosikan Wisata Ranah Minang ke Dunia
Blue Ocean Minang Run 2026 di Padang Siap Jadi Magnet Sport Tourism
“Jam Gadang tidak perlu dikenalkan secara nasional lagi, sudah harus dikenalkan di tingkat Internasional. Ada dua puluh kegiatan dimulai awal Juni hingga puncak di 21 Juni. Sebanyak 36 delegasi dan duta besar dari beragam negara dijadwalkan hadir,” ujar Ramlan Nurmatias di Bukittinggi.
Perayaan Seabad Jam Gadang akan berlangsung melalui agenda International Minangkabau Literacy Festival ke-4 atau IMLF-4 dengan tema “100 Years of Jam Gadang & From Literacy to Legacy: Building Wealth, Peace and Sustainability Learning”.
Festival digelar selama lima hari, 3-7 Juni diikuti 259 peserta delegasi dari 36 negara. Sejumlah negara yang dipastikan hadir, yaitu Australia, Inggris, Jerman, Rusia, India, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Spanyol, Palestina, dan Yaman.
“Festival literasi dan kebudayaan ini akan berlangsung lima hari penuh mulai dari 3 hingga 7 Juni diikuti oleh 259 peserta delegasi yang berasal dari 36 negara,” katanya.
Beragam kegiatan menarik telah disiapkan untuk memeriahkan perayaan bersejarah. Kawasan Pasa Ateh dan pelataran Jam Gadang akan dipenuhi pameran buku, bazar UMKM, hingga aksi live painting melibatkan para seniman.
Selain itu, Seminar Utama di Balairung akan membahas sejarah dan eksistensi Jam Gadang dari berbagai perspektif. Para delegasi juga dijadwalkan melakukan penanaman simbolis 100 pohon, pembacaan puisi bertema alam, serta Kunjungan Wisata ke Tabiang Barasok.
Pada malam hari, atmosfer budaya Minangkabau akan semakin terasa lewat Festival Randai dan pertunjukan seni tradisional di sekitar Jam Gadang.
“Malam harinya, penonton akan dihibur dengan Festival Randai dan pertunjukan seni tradisional di area Jam Gadang. Selanjutnya pembukaan kaligrafi melukis sepanjang 100 meter, peluncuran 100 judul buku, serta Seminar Kebudayaan,” katanya.
Perayaan juga akan diramaikan parade 1.000 perempuan berpakaian adat Minangkabau dipadukan dengan World Poetry Reading atau pembacaan puisi 100 penyair dunia. Jalan-jalan utama Bukittinggi dipastikan berubah menjadi panggung budaya penuh warna.
Tak hanya berfokus pada seni dan budaya, IMLF-4 juga menghadirkan diskusi tentang pariwisata dan Ekonomi Kreatif guna memperkuat sektor wisata Sumatera Barat.
Para delegasi internasional nantinya turut mengikuti program IMLF Goes to School dan Wisata Edukasi Terintegrasi (WIDURI) dengan mengunjungi Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta.
Menjelang penutupan acara, 1.500 hingga 2.000 pelari diharapkan ikut meramaikan IMLF Jam Gadang Fun Run. Sementara anak-anak juga akan dilibatkan melalui lomba mewarnai di sekitar kawasan Jam Gadang.
“Dampak dan persiapan teknis Melalui estimasi kunjungan mencapai 500 hingga 1.000 penonton per hari, perhelatan IMLF-4 diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi kreatif lokal, khususnya bagi ratusan pengusaha UMKM,” katanya.
Pemerintah Kota Bukittinggi kini terus mematangkan berbagai persiapan teknis, mulai dari pembangunan panggung utama, tata cahaya, hingga sistem keamanan demi memberikan pengalaman terbaik bagi tamu internasional.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!