ID EN

Rahasia Persib Hattrick Juara Super League, Bojan Hodak: Pertahanan Adalah Kunci!

Minggu, 24 Mei 2026 | 10:25

Penulis: Rojes Saragih

Skuad Persib Bandung merayakan hattrick juara Super League
Skuad Persib Bandung merayakan hattrick juara Super League di Stadion Gelora Bandung Lautan Api
Sumber: Fajri - ITSMe

Bandung – Sepak bola membuktikan pepatah lamanya: serangan memenangkan pertandingan, tetapi pertahanan memenangkan kejuaraan. Filosofi inilah yang mengantarkan Persib Bandung mencetak sejarah emas, meraih hattrick juara beruntun di era Liga Indonesia usai mengangkat trofi Super League 2025/2026.

Ironi perebutan gelar musim ini tergambar sempurna pada laga pamungkas, Sabtu (23/5/2026). Di saat pesaing terdekatnya, Borneo FC, berpesta pora menghancurkan Malut United 7-1 di Samarinda, Persib justru mengunci gelar lewat hasil kacamata 0-0 melawan Persijap Jepara di bawah gemuruh puluhan ribu Bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Namun, skor tanpa gol itu justru menjadi legitimasi mutlak dari taktik sang pelatih, Bojan Hodak. "Saya pikir pertahanan memberikan kami gelar juara musim ini," tegas Bojan di Bandung, 23/5/2026.

Statistik mendukung penuh klaim tersebut. Gawang Maung Bandung sukses menjadi yang paling sulit ditembus di liga, hanya kemasukan 22 gol sepanjang musim. Soliditas di lini belakang ini menjadi fondasi vital yang menjaga konsistensi tim, sekaligus menutupi celah efisiensi di lini serang.

Laga kontra Persijap sendiri menjadi cerminan perjalanan Persib musim ini. Thom Haye yang bertindak sebagai motor serangan, bersama Barba, Adam Alis, hingga Beckham Putra, terus membombardir gawang Persijap. Namun, dominasi dan deretan peluang emas itu mentah di tangan kiper Ardiansyah yang tampil gemilang di bawah mistar.

“Meski kami menciptakan peluang dan tidak selalu mencetak gol, pertahanan tetap menjadi bagian terbaik dari permainan kami,” tambah Bojan. Ia menekankan bahwa prinsip sederhana 'tanpa kebobolan' menjadi kunci keselamatan tim saat barisan depan sedang menemui jalan buntu.

Persib dan Borneo FC sejatinya menyelesaikan musim dengan koleksi poin yang identik, yakni 79 angka dari 34 pertandingan. Namun, Maung Bandung berhak duduk di takhta juara berkat keunggulan head-to-head. Musim ini, Persib sukses mencatat satu kemenangan dan satu hasil imbang saat bersua Pesut Etam—sebuah marjin tipis yang menjadi penentu takdir kedua tim.

Pada akhirnya, ledakan tujuh gol Borneo FC di detik-detik terakhir kompetisi berujung hampa. Sebaliknya, pertahanan sekeras baja ala Bojan Hodak berhasil membuktikan bahwa konsistensi dan mentalitas di lini belakang adalah kunci sesungguhnya untuk mendominasi Sepak Bola Indonesia tiga musim berturut-turut.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!