Pep Guardiola Pergi dari Manchester City, Maresca atau Kompany Jadi Pengganti?
Senin, 25 Mei 2026 | 12:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antaranews/Manchester City
Keputusan Pep Guardiola untuk meninggalkan Manchester City pada akhir musim 2025/26 membuka babak baru bagi The Citizen. Setelah satu dekade penuh kesuksesan dengan total 20 gelar, kursi manajer di Etihad Stadium kini menjadi salah satu posisi paling bergengsi sekaligus paling sulit di Sepak Bola Eropa.
Nama Enzo Maresca muncul sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan Guardiola. Manajer asal Italia itu saat ini sedang menganggur setelah dipecat Chelsea. Kedekatan Maresca dengan Manchester City membuat peluangnya terbuka lebar.
Maresca bukan figur asing bagi internal klub. Ia pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan Guardiola dan memahami filosofi permainan yang selama ini membentuk dominasi Manchester City di Inggris maupun Eropa.
BACA JUGA
Laju Positif City Terhenti, Pep Guardiola Tetap Optimistis dalam Perburuan Gelar Liga Inggris
Manchester City Tekan Arsenal, Guardiola Belum Menyerah dalam Perburuan Gelar Liga Inggris
Geser Arsenal, Pep Guardiola Percaya Diri Hadapi Persaingan Gelar Liga Inggris
Dengan pengalaman itu, Maresca dianggap sebagai sosok realistis untuk melanjutkan proyek besar peninggalan Guardiola.
Gaya bermainnya yang mengandalkan penguasaan bola dan build-up rapi dinilai sejalan dengan identitas Manchester City dalam beberapa tahun terakhir.
Namun di tengah derasnya dukungan terhadap Maresca, muncul satu nama lain yang dinilai memiliki hubungan emosional lebih kuat dengan klub dan suporter, Vincent Kompany.
Legenda Belgia itu saat ini sukses menangani Bayern Munich. Selain memiliki pengalaman sebagai pelatih, Kompany juga memahami kultur Manchester City secara mendalam setelah 11 tahun membela klub dan pernah menjadi kapten tim.
Mantan bek City, Micah Richards bahkan menilai faktor emosional sangat penting bagi siapa pun yang akan menggantikan Guardiola.
"Saya merasa, siapapun yang menggantikan Pep harus dimulai dari figur yang dicintai suporter," ujar Micah Richards kepada BBC.
Richards kemudian membandingkan situasi tersebut dengan beberapa pergantian manajer besar di Liga Inggris yang tidak berjalan sesuai harapan.
"David Moyes tidak memiliki itu ketika menggantikan Fergie (Sir Alex Ferguson) di (Manchester) United, dan tidak juga Unai Emery saat menggantikan Arsene Wenger di Arsenal," katanya.
Menurut Richards, dukungan emosional dari suporter dapat menjadi modal penting bagi pelatih baru saat menghadapi tekanan besar menggantikan sosok legendaris.
"Apa yang terjadi kepada keduanya menunjukkan Anda membutuhkan cinta saat mengambil alih dari seorang legenda. Itu memberi Anda waktu ketika terjadi kesalahan di tengah jalan," katanya.
Richards percaya Kompany memiliki semua elemen yang dibutuhkan untuk sukses di Etihad Stadium. Selain dicintai suporter, gaya bermain menyerang yang diterapkannya cocok dengan identitas City era Guardiola.
"Vinnie memenuhi syarat itu, dan dia juga memainkan sepakbola menyerang yang akan diterima suporter City. Maresca manajer yang sangat bagus, tapi saya merasa Vinnie akan sempurna," pungkasnya.
Hingga kini, Manchester City belum mengumumkan siapa sosok yang akan menggantikan Guardiola. Namun satu hal yang pasti, penerus Guardiola akan menghadapi ekspektasi luar biasa.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!