Negara Tetangga Indonesia Cari Solusi Tagihan Medis Turis, Asuransi Wajib Jadi Opsi
Rabu, 27 Mei 2026 | 16:00
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
Ada rencana ke Thailand? Aturan bagi Wisatawan Asing yang berlibur ke Thailand kemungkinan akan mengalami perubahan dalam waktu dekat. Pemerintah Negeri Gajah Putih sedang mengkaji kebijakan asuransi kecelakaan wajib bagi wisatawan asing.
Langkah ini untuk mengurangi tingginya biaya medis yang selama ini ditanggung fasilitas kesehatan negara tersebut.
Selama bertahun-tahun, rumah sakit di Thailand harus melayani pasien darurat, termasuk Wisatawan Mancanegara yang tidak memiliki kemampuan membayar biaya pengobatan.
BACA JUGA
7 Tempat Wisata Terkenal di Chonburi Thailand yang Wajib Dikunjungi, Nomor 5 Bikin Takjub
Thailand Batalkan Bebas Visa 60 Hari untuk 93 Negara, Wisatawan Wajib Cek Aturan Baru
Dua Negara Asia Tenggara Masuk Daftar Tersopan Dunia, Pesona Keramahan yang Memikat Wisatawan
Situasi itu memunculkan beban finansial cukup besar, terutama di kota wisata yang ramai Turis Asing.
Data dari Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand menunjukkan tunggakan biaya pengobatan wisatawan mencapai sekitar 100 juta baht atau Rp53 miliar setiap tahun.
Kawasan wisata seperti Phuket dan Chiang Mai menjadi wilayah paling terdampak karena tingginya jumlah kunjungan internasional.
"Pemerintah masih mengumpulkan berbagai data untuk melihat seberapa besar masalah ini dan menentukan langkah terbaik yang bisa diterapkan," ujar Somruk Jungsaman, Sekretaris Tetap Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand, seperti dikutip Bangkok Post.
Banyak wisatawan masih bepergian tanpa perlindungan asuransi kesehatan. Sebagian menganggap risiko selama liburan cukup kecil sehingga tidak merasa perlu membeli polis perjalanan.
"Itu bukan hal yang saya pikirkan saat liburan. Saya juga tidak terlalu mempertimbangkan soal asuransi kesehatan di sini," ujar wisatawan asal Kanada, Ademola Adelakun, seperti dikutip Channel News Asia.
Wisatawan lainnya mengaku pernah memiliki asuransi perjalanan tetapi memilih berhenti karena merasa manfaatnya kurang terasa secara langsung.
"Saya dulu sempat punya asuransi, tapi secara finansial saya merasa manfaatnya kurang terasa, jadi akhirnya tidak saya lanjutkan lagi," kata Rex (33).
Hingga kini pemerintah Thailand belum mengumumkan detail resmi mengenai aturan tersebut. Besaran premi, nilai perlindungan minimum, hingga waktu penerapan kebijakan masih dalam tahap pembahasan.
Meski begitu, langkah ini bukan hal baru di dunia pariwisata internasional. Sejumlah negara di Eropa sudah lebih dulu mewajibkan wisatawan asing memiliki asuransi kesehatan perjalanan dengan cakupan tertentu sebelum masuk wilayah mereka.
Sebagai salah satu Destinasi Wisata favorit dunia, Thailand menarik puluhan juta wisatawan sepanjang 2025. Namun angka kunjungan mulai mengalami perlambatan dengan penurunan sekitar 7,2 persen dibanding tahun sebelumnya.
Apabila kebijakan tersebut resmi diterapkan, wisatawan yang ingin menikmati pantai tropis, Kuliner Jalanan, hingga kehidupan malam Thailand harus menambahkan asuransi perjalanan ke dalam daftar persiapan liburan mereka.***









![Kiandra Ramadhipa]](https://cdn.itsme.co.id/library/1/7/3/9/kiandra-ramadhipa_840x576.webp)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!