Fenomena Erling Haaland Guncang Dunia, dari Julukan Unik hingga Nama Bayi
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara Foto/Xinhua
Erling Haaland tidak hanya mencuri perhatian karena ketajamannya di lapangan, tetapi juga pengaruh budaya yang menjangkau berbagai belahan dunia. Setelah membawa Norwegia lolos ke Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya dalam 28 tahun, nama penyerang Manchester City itu semakin mendunia, bahkan melampaui batas sepak bola.
Di Tiongkok, popularitas Haaland bukan semata karena gol-golnya, melainkan juga ekspresi wajah, tingkah laku serta kepribadiannya.
Popularitas itu melahirkan julukan khusus bagi Haaland di Tiongkok, yaitu Habal atau "Ha-Baby". Julukan itu menggambarkan sosok Haaland yang garang saat di lapangan, tetapi dianggap menggemaskan di dunia maya.
BACA JUGA
Antar Norwegia Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026, Haaland: Satu Peluang Sudah Cukup!
Norwegia vs Inggris: Three Lions Lebih Dijagokan ke Semifinal Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026: Bukan karena Wabah Penyakit, Ini Alasan Norwegia Pindah Hotel
Fenomena itu semakin berkembang ketika Haaland membuka akun resmi di platform media sosial Tiongkok, Douyin dan Weibo. Dalam waktu singkat, kedua akun itu mengumpulkan jutaan pengikut.
Kehadirannya di media sosial lokal membuka peluang kerja sama komersial. Haaland kemudian terlibat dalam kampanye iklan minuman herbal Tiongkok, Walovi. Upayanya berbicara menggunakan bahasa Mandarin dalam iklan mendapat sambutan hangat dan semakin meningkatkan popularitasnya.
Kini wajah Haaland tidak hanya menghiasi pemberitaan olahraga, tetapi juga dalam berbagai stiker digital, meme, hingga rekomendasi video pendek di internet Tiongkok.
Fenomena itu menunjukkan daya tarik seorang atlet modern tidak lagi hanya ditentukan jumlah trofi atau jumlah gol. Kepribadian autentik serta kedekatan dengan penggemar juga menjadi faktor penting dalam membangun citra global.
Haaland bahkan mengaku menyukai julukan "Habal" yang diberikan para penggemarnya di Tiongkok. Julukan tersebut kini menjadi identitas unik yang melekat pada dirinya di negara tersebut.
Pengaruh Haaland juga terasa hingga Peru. Di negara itu, demam terhadap sang striker bahkan merambah ke hal jauh lebih personal.
Menurut data badan kependudukan setempat, lebih dari 500 orang tua di Peru memberikan nama Erling Haaland kepada bayi laki-laki yang baru lahir. Fenomena itu menjadi bukti betapa besarnya pengaruh pemain berusia 26 tahun itu di luar lapangan hijau.
Bagi banyak keluarga di Peru, nama Erling Haaland bukan sekadar mengikuti tren. Nama itu dianggap mewakili karakter pantang menyerah, kekuatan fisik, serta kesuksesan yang telah ditunjukkan Haaland sepanjang kariernya.
Fenomena penggunaan nama pesepak bola sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, nama seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo juga banyak diadopsi para orang tua di berbagai negara. Namun, lonjakan penggunaan nama Haaland dalam waktu relatif singkat menunjukkan besarnya kekuatan personal branding yang dimilikinya.
Fenomena Haaland membuktikan sepak bola telah berkembang menjadi bagian dari budaya global. Dari julukan "Habal"w di Tiongkok hingga nama bayi di Peru, pengaruh Erling Haaland telah melampaui batas olahraga dan menjadikannya salah satu figur paling ikonik dalam sepak bola modern.***





![Arsip foto - Konser realitas virtual grup K-pop BTS]](https://cdn.itsme.co.id/library/2/7/0/2/arsip-foto-konser-realitas-virtual-grup-k-pop-bts_840x576.webp)





Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!