Strategi Jitu Venesia hingga Dubrovnik Atasi Ledakan Wisatawan Global
Rabu, 15 Juli 2026 | 15:30
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
Popularitas sejumlah destinasi wisata di Eropa meningkat dari tahun ke tahun. Di balik ramainya kunjungan wisatawan, muncul tantangan baru, overtourism atau lonjakan jumlah wisatawan yang berlebihan hingga berpotensi mengganggu kehidupan warga dan kelestarian destinasi.
Dilansir dari Travel and Tour World, setiap hari kawasan Eropa menerima hingga 80.000 wisatawan. Angka itu membawa dampak besar terhadap infrastruktur publik, transportasi, penyediaan akomodasi, hingga pelestarian bangunan dan kawasan bersejarah.
Karena itu, sejumlah kota wisata mulai menerapkan berbagai kebijakan baru agar pariwisata tetap berkembang tanpa mengorbankan kualitas hidup masyarakat maupun kelestarian destinasi.
BACA JUGA
20 Kota Wisata di Dunia yang Paling Bikin Turis Stres, Jakarta Masuk Daftar?
Bandung Percantik 17 Ruas Jalan Ikonik, Menyulap Kota Jadi Galeri Wisata Terbuka
Jaksel Masih Jadi Primadona Wisata di Ibu Kota, Ini Faktor Pendorongnya
Pajak Pariwisata Jadi Salah Satu Solusi
Salah satu strategi yang banyak diterapkan adalah menaikkan pajak pariwisata atau biaya masuk bagi wisatawan.
Kebijakan itu bukan semata-mata untuk menambah pemasukan daerah tetapi untuk biaya tambahan pemeliharaan fasilitas umum, menjaga situs bersejarah, sekaligus mengendalikan jumlah pengunjung.
Selain itu, biaya tambahan diharapkan mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama sehingga manfaat ekonomi bisa dirasakan lebih luas pelaku usaha lokal.
Venesia Terapkan Tiket Masuk
Venesia menjadi salah satu kota yang terus berupaya mengatasi overtourism. Kota kanal di Italia itu telah memberlakukan biaya masuk bagi wisatawan harian pada periode liburan dan musim ramai.

Sumber: Envato
Langkah ini difokuskan untuk mengurangi kepadatan di kawasan bersejarah yang setiap hari dipadati wisatawan dari berbagai negara.
Dengan sistem itu, pemerintah berharap arus wisatawan dapat lebih terkendali tanpa mengurangi daya tarik Venesia sebagai destinasi kelas dunia.
Barcelona Dorong Wisata Berkualitas
Barcelona menghadapi tantangan sebagai salah satu kota paling banyak dikunjungi wisatawan internasional.
Pemerintah kota lebih mendorong kunjungan wisatawan yang memiliki masa tinggal lebih lama dan memberikan dampak ekonomi lebih besar.

Sumber: Envato
Pendekatan ini diharapkan akan mengurangi kepadatan wisatawan harian sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman berwisata.
Amsterdam Perketat Aturan
Amsterdam Memilih Pendekatan Berbeda.
Ibu kota Belanda telah lama menerapkan pajak wisata yang lebih tinggi, disertai berbagai aturan perilaku bagi wisatawan, khususnya di kawasan permukiman warga.

Sumber: Envato
Langkah itu bertujuan menjaga keseimbangan antara aktivitas pariwisata dengan kenyamanan masyarakat lokal yang tinggal di pusat kota.
Dubrovnik Fokus Menjaga Warisan Budaya
Sementara itu, Dubrovnik di Kroasia memperkuat kebijakan pengelolaan wisata untuk melindungi kawasan kota tua yang berstatus warisan budaya.

Sumber: Envato
Pemerintah setempat berupaya menjaga reputasi kota sebagai destinasi budaya dunia tanpa membiarkan jumlah wisatawan mengganggu kelestarian bangunan bersejarah maupun aktivitas masyarakat sehari-hari.
Bagi wisatawan, aturan baru seperti pajak pariwisata atau pembatasan akses mungkin menambah biaya perjalanan.
Namun, di sisi lain, kebijakan itu diharapkan mampu menciptakan pengalaman berwisata yang lebih nyaman sekaligus memastikan destinasi favorit dunia tetap lestari untuk dinikmati generasi mendatang.***




![Arsip foto - Konser realitas virtual grup K-pop BTS]](https://cdn.itsme.co.id/library/2/7/0/2/arsip-foto-konser-realitas-virtual-grup-k-pop-bts_840x576.webp)






Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!