Kunjungan Turis China Naik 25,5 Persen, Masuk ke Indonesia Lewat Dua Gerbang Utama
Selasa, 5 Mei 2026 | 12:30
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
Arus Kunjungan Wisatawan asal China ke Indonesia menunjukkan lonjakan signifikan pada awal 2026, dengan Jakarta dan Bali menjadi pintu masuk utama. Data terbaru menegaskan peran strategis dua destinasi ini dalam menggerakkan pariwisata nasional di tengah perubahan peta perjalanan global.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik, jumlah kunjungan Wisatawan Mancanegara asal China sepanjang kuartal pertama (Q1) mencapai 357.740 kunjungan. Jumlah ini meningkat 25,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
Kontribusi wisatawan China semakin signifikan. Dari total 3,4 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada Q1 tahun ini, China menyumbang 10,4 persen dan menempati posisi ketiga terbesar setelah Malaysia dan Australia.
BACA JUGA
Lonjakan Turis China ke Indonesia Tertinggi dalam 6 Tahun, Bali Jadi Destinasi Utama
Nusa Penida dan Mimpi Green Island: Menjaga Surga Tersembunyi Tetap Lestari
Dari Desa Wisata hingga Michelin Keys, 2025 Jadi Tahun Positif Pariwisata Indonesia
Momentum ini turut diperkuat langkah promosi global. Kementerian Pariwisata menghadirkan paviliun Indonesia di ajang Macau International Travel (Industry) Expo 2026 (MITE), dengan menampilkan destinasi unggulan seperti Bali, Labuan Bajo, dan Gunung Bromo.
Dalam pameran yang berlangsung selama tiga hari, Indonesia tercatat memperoleh lebih dari 100 penjajakan bisnis dari calon mitra, sebagian besar merupakan agen perjalanan asal China.

Sumber: Envato
Di tengah tantangan global, termasuk eskalasi konflik di Timur Tengah yang memengaruhi arus wisatawan Eropa, Indonesia mengalihkan fokus pasar ke Asia dan Oseania.
China menjadi target utama, didukung ketersediaan lebih banyak Rute Penerbangan langsung tanpa perlu melewati wilayah konflik.
Tak hanya inbound, tren outbound juga menunjukkan dinamika menarik. Wisatawan Indonesia yang bepergian ke China meningkat tajam.
Dari total 793,1 ribu perjalanan ke luar negeri pada Maret 2026, sebanyak 10,7 persen bertujuan ke China—naik dari 5,46 persen pada bulan sebelumnya.
Dengan Jakarta dan Bali sebagai gerbang utama serta dukungan strategi promosi dan konektivitas, hubungan pariwisata Indonesia-China kini memasuki fase pertumbuhan baru yang menjanjikan.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!