Kemenpar Tekankan Pentingnya Keamanan untuk Menjaga Kepercayaan Wisatawan
Jumat, 22 Mei 2026 | 10:07
Penulis: Arif S

Sumber: Envato
Di tengah denyut metropolitan yang tak pernah benar-benar tidur, Jakarta kembali dihadapkan pada tantangan menjaga rasa aman bagi wisatawan dan warganya. Bagi ibu kota yang selama ini menjadi gerbang utama perjalanan ke Indonesia, keamanan bukan sekadar isu ketertiban, melainkan bagian penting dari citra destinasi di mata dunia.
Kementerian Pariwisata menegaskan, menjaga reputasi Jakarta sebagai kota tujuan wisata membutuhkan kerja sama lintas sektor.
Di tengah sorotan publik pada sejumlah kasus pembegalan yang viral di media sosial, pemerintah berupaya memastikan kenyamanan wisatawan tetap menjadi prioritas utama.
BACA JUGA
Lima Negara Mendominasi Arus Wisata ke Indonesia Sepanjang 2025
Kunjungan Turis China Naik 25,5 Persen, Masuk ke Indonesia Lewat Dua Gerbang Utama
Jakarta Jadi Destinasi Wisata Lebaran 2026, Ini Rekomendasi Tempat Edukatif dan Seru
“Menjaga citra positif destinasi menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk aparat penegak hukum yang memiliki kewenangan dalam aspek keamanan wilayah,” ujar Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini kepada Antara di Jakarta.
Made menilai persepsi publik terhadap keamanan memiliki pengaruh besar terhadap industri pariwisata. Dalam banyak kasus, tersebarnya kabar negatif tanpa penanganan cepat dapat meninggalkan kesan mendalam bagi calon pelancong yang ingin mengunjungi sebuah kota.
Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum menyiagakan Tim Pemburu Begal selama 24 jam di sejumlah titik rawan.
Langkah ini untuk mengantisipasi kejahatan jalanan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan yang beraktivitas di Jakarta, terutama pada malam hingga dini hari.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memperkuat pengawasan melalui optimalisasi CCTV di berbagai titik strategis.
Kolaborasi dengan aparat kepolisian diharapkan mampu menciptakan ruang publik yang lebih aman bagi mobilitas warga maupun Wisatawan Domestik dan mancanegara.
Kemudian secara nasional Kementerian Pariwisata memperkuat sinergi dengan kepolisian untuk mendukung keamanan Destinasi Wisata di seluruh Indonesia. Upaya tersebut mencakup koordinasi lintas sektor hingga penguatan kerja sama kelembagaan.
“Apalagi Kementerian Pariwisata saat ini telah memiliki nota kesepahaman (MoU) dengan pihak Polri,” kata Made.
Sorotan terhadap keamanan muncul setelah sejumlah kasus pembegalan di Jakarta viral di media sosial dalam beberapa pekan terakhir.
Salah satu insiden terjadi di kawasan Jakarta Barat ketika seorang pengendara sepeda motor menjadi korban pembegalan bersenjata tajam di Jalan Arjuna Selatan pada Senin 4 Mei dini hari.
Dalam video yang beredar, korban sedang memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan sebelum ketika didatangi sekelompok pelaku bermotor. Salah satu pelaku kemudian mengeluarkan senjata tajam dan mengancam korban.
Korban disebut mengalami luka bacok serta kehilangan ponsel dan sepeda motor setelah dirampas komplotan pelaku.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!