Debut Gemilang Janice Tjen di Wimbledon 2026, Cetak Sejarah Baru Tenis Indonesia
Rabu, 1 Juli 2026 | 16:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara Foto/Nova Wahyudi
Janice Tjen menorehkan sejarah baru setelah menjadi petenis tunggal putri Indonesia pertama yang tampil di babak utama Wimbledon sejak Angelique Widjaja pada 2004. Ia mengaku bangga bisa mengulang pencapaian Angelique.
Namun, ia menegaskan fokusnya kini tertuju pada pertandingan berikutnya demi melanjutkan perjalanan di turnamen.
"Ya pastinya bangga ya bisa mengulang itu sekarang, dan apalagi terakhir itu 2004. Aku senang bisa melakukan itu, tetapi harus tetap fokus untuk di round berikutnya," ujar Janice dikutip dari media sosial SPOTV.
BACA JUGA
Debut Bersejarah Janice Tjen di Wimbledon, Modal Rekor 2-0 atas Leylah Fernandez
Janice Tjen Singkirkan Nao Hibino di Birmingham Open
Madrid Open 2026: Janice Tjen/Aldila Sutjiadi Singkirkan Kostyuk/Tauson
Petenis berusia 24 tahun membuka kiprahnya di Wimbledon 2026 dengan menumbangkan unggulan ke-22 asal Kanada, Leylah Fernandez, dalam dua set langsung 6-1, 7-6(3), Selasa WIB.
Hasil itu sekaligus mengakhiri penantian lebih dari dua dekade Indonesia untuk kembali memiliki wakil tunggal di undian utama Wimbledon.
Sebelum Janice, Angelique menjadi petenis tunggal Indonesia terakhir di babak utama Wimbledon pada 2004. Saat itu Angelique harus melalui babak kualifikasi dengan memenangi tiga pertandingan sebelum akhirnya terhenti di putaran pertama usai dikalahkan Meilen Tu Washington dari Amerika Serikat.
Keberhasilan Janice mendapat apresiasi dari Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. Menurutnya, pencapaian itu menjadi momen bersejarah sekaligus bukti tenis Indonesia kembali mampu bersaing di level tertinggi dunia.
"Setelah penantian 22 tahun, Indonesia kembali mencatat sejarah di Grand Slam Wimbledon. Janice Tjen menjadi petenis tunggal putri Indonesia pertama dalam 22 tahun yang meraih kemenangan di babak utama Grand Slam Wimbledon. Janice berhasil mengalahkan Leylah Fernandez pada pertandingan pembuka," kata Erick melalui akun media sosialnya.
Erick menilai kemenangan itu menunjukkan kualitas talenta tenis Indonesia yang terus berkembang dan mampu bersaing menghadapi pemain terbaik dunia.
"Sebuah langkah bersejarah, sekaligus bukti bahwa tenis Indonesia terus melahirkan talenta yang mampu bersaing di panggung dunia. Terus melangkah, Janice, seluruh rakyat Indonesia akan selalu mendukung perjuanganmu," katanya.
Secara statistik, Janice mendominasi sepanjang pertandingan. Ia membukukan enam ace tanpa melakukan satu pun double fault, menghasilkan 24 winner, serta hanya mencatat 10 unforced error.
Kemenangan atas Fernandez semakin mempertegas dominasi Janice dalam rekor pertemuan kedua pemain. Petenis Indonesia itu kini unggul 3-0 atas finalis US Open 2021.
Tantangan berikutnya dipastikan tidak mudah. Pada babak kedua, Janice akan menghadapi petenis Australia Daria Kasatkina.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!