Dari Lintasan Mandalika ke Puncak Rinjani, Cara Daniel Holgado Menutup Pekan yang Berat
Jumat, 10 Oktober 2025 | 17:30
Penulis: Arif S

Sumber: Instagram @danilholgado96
Bagi sebagian pebalap, kegagalan finis di lintasan balap bisa meninggalkan kenangan buruk. Namun, bagi pebalap Moto2 asal Spanyol, Daniel Holgado Miralles, Lombok menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar balapan. Ia menemukan pelarian di ketinggian Gunung Rinjani.
Setelah mentas di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan gagal finis pada balapan final, Holgado tidak langsung mengepak koper.
Alih-alih pulang, ia justru memilih menantang diri dengan cara lain. Ia mendaki salah satu gunung paling indah di Indonesia, Gunung Rinjani.
BACA JUGA
Melihat Rinjani dari Banyak Arah, Destinasi Non-Pendakian yang Mulai Mencuri Perhatian
Gunung Rinjani Ditutup Sementara untuk Keselamatan Pendaki dan Pemulihan Ekosistem
Tarif Naik Gunung Rinjani Naik, Pendakian Lebih Aman, Profesional dan Berkelanjutan
Lewat akun Instagram pribadinya @danilholgado96, pebalap berusia 20 tahun itu membagikan petualangan tak terduganya.
Bersama Power Electronics Aspar Team, Holgado mendaki selama tiga hari, menyusuri jalur yang menantang, lalu berhasil mencapai puncak dan menyaksikan Danau Segara Anak yang memesona.
Bukan hanya pemandangan yang ia nikmati. Di jalur Torean, Lombok Utara, Holgado menikmati pemandian air panas alami, ditemani porter dan guide lokal yang disewa timnya.
Senyum santainya jauh dari wajah tegang seorang pebalap di lintasan.
“Pelarian gunung yang epik. 3 hari tawa tak berujung, dan kenangan seumur hidup,” tulisnya.
Petualangan ini menjadi semacam penutup manis untuk pekan yang berat. Holgado bukan nama sembarangan.
Ia adalah juara dunia Moto3 2021, yang menghabiskan lima tahun bersama Red Bull KTM sebelum pindah ke Power Electronics Aspar Team guna debut di kejuaraan Moto2 pada 2025.
Namun debutnya di kelas baru tak sepenuhnya mulus. Awal Oktober 2025, Holgado gagal menyelesaikan balapan di Mandalika.
Ketimbang larut dalam kekecewaan, ia memilih merayakan momen, menjelajahi alam Lombok, dan membawa pulang kenangan yang tak kalah berharga dari trofi.
Di lintasan ia seorang pembalap. Di puncak Rinjani, ia seorang petualang. Dan mungkin, di sanalah ia menemukan alasan untuk kembali lebih kuat.










