ID EN

Gunung Rinjani Ditutup Sementara untuk Keselamatan Pendaki dan Pemulihan Ekosistem

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Penulis: Arif S

Pendakian di Gunung Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat
Arsip - Wisatawan melakukan pendakian di Gunung Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Sumber: Antara/HO-TNGR NTB.

Gunung Rinjani memasuki masa jeda. Seluruh jalur pendakian menuju puncak tertinggi di Nusa Tenggara Barat itu ditutup sementara pada awal 2026 sebagai bagian dari upaya perlindungan keselamatan pendaki sekaligus Pemulihan Ekosistem pegunungan.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menegaskan kebijakan ini bukan larangan permanen, melainkan langkah preventif menghadapi Musim Hujan yang meningkatkan risiko kecelakaan. Selain itu juga memberi waktu bagi alam untuk pulih dari tekanan aktivitas manusia.

Kepala Balai TNGR NTB Budhy Kurniawan menjelaskan faktor keselamatan menjadi alasan utama penutupan tersebut.

"Penutupan sementara ini untuk keselamatan dan untuk masa depan Rinjani itu sendiri," ujarnya.

Pada awal tahun, kawasan Rinjani mengalami curah hujan tinggi, Akibatnya, jalur pendakian menjadi licin, tertutup kabut, dan rawan longsor serta aliran air. 

Kondisi ini meningkatkan potensi hipotermia, tersesat, hingga kecelakaan fatal di lintasan sempit dan terbuka.

Di sisi lain, masa penutupan juga dimaknai sebagai waktu pemulihan bagi bagi tanah tergerus, vegetasi terinjak, serta satwa yang terusik kehadiran manusia.

Dalam konteks ini, penutupan bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan bagian dari filosofi pengelolaan taman nasional. Pariwisata alam harus berjalan seiring dengan konservasi.

Budhy mengatakan tujuan akhirnya bukan membatasi wisata, tetapi menjaganya tetap mungkin dilakukan di masa depan.

"Mari bersama memahami bahwa keselamatan dan Kelestarian Alam adalah prioritas utama."

Seluruh jalur pendakian termasuk Senaru, Torean, Sembalun, Timbanuh, Tetebatu, dan jalur pendidikan Aik Berik ditutup hingga akhir Maret 2026. 

Rinjani akan kembali menyambut pendaki setelah masa jeda ini selesai, dengan jalur lebih aman dan alam lebih siap.

Dalam dunia pendakian, keputusan untuk berhenti sejenak sering kali menjadi langkah paling bijak. Untuk Rinjani, jeda ini adalah cara terbaik untuk tetap lestari dan tetap bisa didaki di masa depan.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!