ID EN

Jakarta Disambangi Trofi Asli Piala Dunia dalam Tur Global ke 75 Kota di Dunia

Jumat, 23 Januari 2026 | 15:30

Penulis: Arif S

Tur trofi Piala Dunia di Jakarta
Tur trofi Piala Dunia di Jakarta International Convention Centre, Jakarta.
Sumber: Antara/Rauf Adipati

Trofi asli Piala Dunia menjejak Jakarta. Trofi paling prestisius di dunia itu dipamerkan di Jakarta International Convention Centre (JICC), menjadi bagian dari rangkaian tur global yang akan mengunjungi lebih dari 75 kota di seluruh dunia.

Tur Trofi Piala Dunia ini akan menyambangi 30 asosiasi anggota FIFA dan berlangsung lebih dari 150 hari sejak dimulai pada 3 Januari 2026. 

Kehadiran trofi Piala Dunia memberi kesempatan langka bagi para penggemar Sepak Bola Indonesia untuk melihat langsung trofi yang selama puluhan tahun menjadi impian setiap negara sepak bola.

Bagi penyelenggara, Indonesia bukan sekadar titik singgah. Antusiasme publik menjadi alasan utama Jakarta dipilih sebagai salah satu destinasi tur.

“Kami bisa merasakan energi dari bangsa, kami bisa melihat sepak bola memang menjadi hasrat dari masyarakat Indonesia. Mulai dari adanya tarkam hingga besarnya dukungan terhadap tim nasional, ini adalah bukti hasrat mereka yang tidak bisa kita pungkiri,” ujar Presiden ASEAN and South Pacific The Coca Cola Company, Selman Careaga, di Jakarta International Convention Centre, Kamis.

Coca-Cola merupakan salah satu sponsor utama Piala Dunia, termasuk Piala Dunia 2026, dan telah lama menjadi bagian dari perjalanan trofi ke berbagai belahan dunia. 

Kehadiran trofi di Jakarta sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai pasar sepak bola yang penuh gairah, meski belum pernah mencicipi gelar juara dunia.

Dari sisi pemerintah daerah, momen ini disambut dengan antusias. Gubernur Jakarta Pramono Anung menilai pameran trofi asli Piala Dunia memiliki nilai emosional tersendiri bagi publik.

“Kami memberikan support dan dukungan sepenuhnya. Mudah-mudahan acara ini bisa membuat publik Jakarta, walaupun Indonesia belum pernah juara Piala Dunia, bisa melihat (trofi) yang asli,” kata Pramono.

Tak hanya soal simbol dan nostalgia, kehadiran trofi ini juga dipandang sebagai momentum Ekonomi Olahraga. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan olahraga nasional.

“Kami mendorong semua event besar yang diadakan di Jakarta dan daerah lain, karena pembangunan daerah tidak hanya bisa dari pengeluaran pemerintah, tetapi juga perusahaan yang berinvestasi di Indonesia,” kata Erick.