Raja Ampat hingga Kota Tua Jakarta, Situs Indonesia Calon Warisan Dunia UNESCO
Rabu, 27 Mei 2026 | 14:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara Foto/Fanny Octavianus
Indonesia kembali menunjukkan kekayaan budaya dan alamnya di mata dunia. Sejumlah destinasi dari Sabang sampai Merauke kini masuk dalam Tentative Lists atau Daftar Sementara UNESCO sebagai calon warisan dunia yang berpotensi memperoleh pengakuan internasional.
Menurut UNESCO, daftar sementara tersebut berisi situs budaya maupun alam yang dianggap memiliki Outstanding Universal Value atau Nilai Universal Luar Biasa sehingga layak dipertimbangkan masuk ke dalam daftar Warisan Dunia.
“Negara-negara didorong untuk menyerahkan Daftar Sementara, yang mencantumkan situs yang mereka anggap sebagai warisan budaya dan atau alam dengan Outstanding Universal Value dan karena itu layak dipertimbangkan untuk dimasukkan ke dalam World Heritage List,” tulis keterangan resmi UNESCO.
BACA JUGA
Revitalisasi Baru Siap Ubah Wajah Wisata Sejarah Kota Tua Jakarta
Mahashivaratri di Candi Prambanan, Festival Spiritual Menuju Destinasi Kelas Dunia
Integrasi Pecinan Glodok-Kota Tua Jakarta, Destinasi Wisata Budaya Baru di Jantung Ibu Kota
Dari daftar terbaru, Indonesia memiliki beragam situs dengan karakter unik, mulai dari kawasan sejarah, situs purbakala, hingga surga bahari kelas dunia. Salah satu yang paling baru diajukan adalah Kompleks Candi Muaro Jambi pada April 2025. Kawasan ini dikenal sebagai pusat pendidikan dan keagamaan Buddha terbesar di Asia Tenggara pada abad ketujuh hingga ke-14.
Selain Muaro Jambi, ada pula Karst Maros-Pangkep, terkenal dengan gua prasejarah dan seni cadas purba. Kawasan ini menjadi salah satu lanskap karst terindah di Indonesia sekaligus menyimpan jejak kehidupan manusia purba.
Dari kawasan timur Indonesia, Raja Ampat masuk dalam daftar calon warisan dunia berkat kekayaan biodiversitas lautnya yang mendunia.

Sumber: Envato
Perairan Raja Ampat dikenal sebagai salah satu ekosistem bawah laut paling kaya di planet ini dan menjadi destinasi impian Wisatawan Mancanegara.
Tak kalah menarik, Kota Tua Jakarta juga masuk dalam daftar sementara UNESCO bersama empat pulau bersejarah di sekitarnya. Kawasan bekas Batavia ini menyimpan jejak kolonial yang masih bertahan hingga kini dan menjadi salah satu Destinasi Wisata sejarah favorit di ibu kota.
Sementara itu, Kota Lama Semarang menawarkan pesona arsitektur Eropa klasik, berpadu dengan sejarah perdagangan Nusantara. Kawasan ini semakin populer sebagai destinasi wisata heritage dalam beberapa tahun terakhir.
Indonesia juga memiliki sejumlah kawasan konservasi alam yang masuk daftar sementara UNESCO, seperti Wakatobi National Park, Bunaken National Park, hingga Derawan Islands yang terkenal dengan keindahan terumbu karang dan wisata baharinya.
Di bidang budaya, Tana Toraja dan Trowulan menjadi perhatian karena menyimpan nilai sejarah dan tradisi yang masih hidup hingga sekarang.
Keberadaan daftar sementara UNESCO bertujuan untuk menjaga transparansi dan mempermudah penyelarasan situs-Situs Warisan Dunia secara regional maupun tematik. Negara-negara anggota dianjurkan melakukan peninjauan ulang daftar tersebut setidaknya setiap 10 tahun.
Dengan banyaknya situs Indonesia yang masuk Tentative Lists, peluang Nusantara untuk menambah jumlah Warisan Dunia UNESCO semakin terbuka lebar.
Selain memperkuat citra Indonesia di mata dunia, pengakuan tersebut juga berpotensi meningkatkan sektor pariwisata, konservasi, dan ekonomi masyarakat sekitar destinasi.***







![Kiandra Ramadhipa]](https://cdn.itsme.co.id/library/1/7/3/9/kiandra-ramadhipa_840x576.webp)



Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!