ID EN

FIFA Tegaskan Iran Tetap Tampil di Piala Dunia 2026, Tolak Skenario Alternatif

Kamis, 2 April 2026 | 10:00

Penulis: Arif S

Presiden FIFA Giovanni Infantino, Presiden AS Donald Trump
Presiden FIFA Giovanni Infantino, Presiden AS Donald Trump, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, dan PM Kanada Mark Carney.
Sumber: Antara/Xinhua/Wu Xiaoling

Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan Iran akan tetap tampil di Piala Dunia 2026, apa pun situasi yang berkembang di luar lapangan. Ia menambahkan tidak ada ruang untuk skenario alternatif.

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, spekulasi mengenai kemungkinan absennya Iran di Piala Dunia 2026 sempat mengemuka. 

“Kami ingin mereka bermain, mereka akan bermain di Piala Dunia. Tidak ada rencana B atau C atau D, rencana A adalah satu-satunya rencana,” ujar Infantino dikutip dari ESPN.

Pernyataan itu disampaikan langsung saat Infantino bertemu dengan skuad Iran dan pejabat federasi Sepak Bola setempat di Antalya, Turki, di sela persiapan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni.

Dalam pertemuan tersebut, Infantino juga menekankan komitmen penuh FIFA untuk memastikan Iran dapat tampil dalam kondisi terbaik, terlepas dari bayang-bayang konflik yang melibatkan kawasan mereka.

“FIFA akan terus mendukung tim untuk memastikan kondisi terbaik saat mereka bersiap menuju Piala Dunia,” tulis Infantino dalam unggahan Instagram.

Ketegasan ini meredam kekhawatiran yang sempat muncul akibat situasi geopolitik, termasuk konflik Amerika Serikat dan Israel kontra Iran.

Iran dijadwalkan memainkan dua laga fase grup di Inglewood, California, serta satu pertandingan di Seattle. Sebelumnya, otoritas Iran sempat mengusulkan pemindahan pertandingan ke Meksiko dengan alasan keamanan.

Namun, Infantino kembali menegaskan tidak ada perubahan jadwal yang akan dilakukan.

Di tengah ketidakpastian global, Iran memilih tetap fokus pada sepak bola. Persiapan terus berjalan, termasuk melalui laga uji coba tertutup yang berakhir dengan kemenangan telak 5-0 atas Kosta Rika.

Lebih dari sekadar pertandingan, momen itu juga menjadi simbol solidaritas. Para pemain dan ofisial Iran membawa pesan kemanusiaan dengan menunjukkan dukungan kepada korban konflik, termasuk melalui foto anak-anak yang terdampak serangan udara.

Sebagai salah satu kekuatan utama Asia, Iran tetap dipandang sebagai kandidat serius untuk melangkah jauh. Mereka tergabung dalam grup Bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.