ID EN

Tiga Magnet Wisata Paling Ramai Dikunjungi di Sumba Timur Sepanjang 2025

Selasa, 13 Januari 2026 | 12:00

Penulis: Arif S

Bukit Tanarara, Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba, NTT
Arsip - Bukit Tanarara salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba, NTT.
Sumber: Antara/Dokumentasi pribadi

Di ujung timur Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), lanskap savana, pantai, dan air terjun berpadu menjadi daya tarik Wisatawan Domestik dan mancanegara. Sepanjang 2025, tiga destinasi unggulan yang paling banyak dikunjungi wisatawan di Sumba Timur, adalah Pantai Walakiri, jejeran Bukit Tanarara, dan Air Terjun Tanggedu.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Timur, mencatat total Kunjungan Wisatawan mencapai 41.524 orang. Rinciannya, sebanyak 36.242 merupakan Wisatawan Nusantara dan 5.282 Wisatawan Mancanegara

Pasca pandemi Covid-19, terjadi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, termasuk dari Inggris dengan rata-rata lama tinggal tiga malam. 

Durasi ini memberi waktu yang cukup bagi pelancong untuk menyusuri lanskap kering Sumba, menikmati garis pantai sunyi, hingga menyusuri desa-desa adat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Sumba Timur Marolop Simanjuntak mengatakan pihaknya mengimbangi peningkatan minat wisata dengan upaya menjaga karakter asli destinasi.

“Kita tetap berupaya menjaga keaslian dan kealamian destinasi kita dan yang paling utama adalah terus berusaha untuk meningkatkan pengembangan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat,” ujarnya, Senin 12 Januari 2026.

Tren kunjungan juga menunjukkan dinamika menarik. Data Disparbud Sumba Timur mencatat jumlah kunjungan wisatawan pada 2021 sebanyak 16.539 orang, kemudian meningkat menjadi 46.298 orang pada 2022. Pada 2023 jumlah kunjungan 38.854 orang, lalu kembali meningkat menjadi 41.812 orang pada 2024.

Di balik angka tersebut, Marolop menekankan pentingnya komitmen dan kolaborasi pemerintah dalam membangun dan meningkatkan kualitas SDM, baik pada masyarakat kreatif, masyarakat adat, dan masyarakat umum.

Pemkab Sumba Timur juga terus mendorong kolaborasi dan inovasi lintas instansi pemerintah, sektor swasta, dan lembaga nonpemerintah untuk mewujudkan pariwisata berbasis masyarakat berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Kami ingin memastikan pengembangan pariwisata yang aman dan ramah bagi wisatawan, sekaligus mengantisipasi pariwisata massal karena kesiapan masyarakat yang belum sepenuhnya merata, sehingga kami lebih mendorong pada peningkatan kualitas pengalaman wisatawan,” katanya.

Di Sumba Timur, pariwisata bukan semata tentang mendatangkan lebih banyak orang, melainkan menjaga keseimbangan.(Antara)

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!