Grup B Piala Dunia 2026: Swiss Favorit, Tapi Jalan Menuju Fase Gugur Tidak Mudah
Kamis, 4 Juni 2026 | 10:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/FIFA.com
Grup B Piala Dunia 2026 menghadirkan perpaduan menarik antara pengalaman, status tuan rumah, dan ambisi menciptakan kejutan. Di atas kertas, Swiss menjadi tim paling difavoritkan untuk memimpin grup. Namun, Kanada, Bosnia-Herzegovina, dan Qatar memiliki alasan kuat untuk merebut tiket ke babak 32 besar.
Tidak ada raksasa Sepak Bola Dunia di Grup B, tetapi justru keseimbangan kekuatan akan meningkatkan tensi persaingan.
Meski Swiss menjadi favorit, persaingan di Grup B diperkirakan berlangsung ketat hingga pertandingan terakhir.
BACA JUGA
Kejutan Besar! Diperkuat Anak Zinedine Zidane, Aljazair Tumbangkan Belanda
Grup A Piala Dunia 2026: Meksiko Andalkan Gimenez, Korsel Punya Son Heung-min
Dari Casillas hingga Torres, Rodri Akui Sulit Ulangi Kejayaan Generasi Emas Spanyol
Swiss Datang Sebagai Favorit
Swiss memasuki Piala Dunia 2026 sebagai tim dengan peringkat ke-19 FIFA atau tertinggi di Grup B. Tim asuhan Murat Yakin juga memiliki pengalaman konsisten di turnamen besar setelah lolos ke lima edisi Piala Dunia secara beruntun.
Perjalanan mereka menuju Amerika Utara juga impresif. Swiss memuncaki Grup B kualifikasi UEFA tanpa menelan kekalahan, mengungguli Swedia, Slovenia, dan Kosovo.
Empat kemenangan dan dua Hasil Imbang menjadi bukti stabilitas performa tim yang kini berambisi mencapai fase gugur untuk keempat kalinya secara beruntun.
Kekuatan Swiss terletak pada keseimbangan skuad. Di lini belakang ada Manuel Akanji yang berpengalaman menghadapi pertandingan level tertinggi Eropa. Di bawah mistar, Gregor Kobel menjadi salah satu penjaga gawang paling konsisten di Bundesliga.
Namun, figur paling penting tetap berada di lini tengah. Granit Xhaka akan menjadi motor permainan sekaligus pemimpin tim.
Selain berperan sebagai kapten, pemain berusia 33 tahun tersebut merupakan figur penting di lapangan tengah.
Dengan kombinasi pengalaman, kualitas individu, dan kematangan taktik, Swiss layak disebut sebagai unggulan utama Grup B.
Kanada Mengandalkan Dukungan Tuan Rumah
Meski Swiss lebih diunggulkan, Kanada berpotensi menjadi pesaing terdepan. Bermain di depan publik sendiri memberikan keuntungan tersendiri, terlebih skuad asuhan Jesse Marsch diperkuat sejumlah pemain yang sudah mapan di Eropa.
Nama Alphonso Davies menjadi simbol kebangkitan sepak bola Kanada dalam beberapa tahun terakhir. Kapten tim tersebut membawa pengalaman bermain di level elite bersama Bayern Muenchen.
Kanada juga memiliki Jonathan David, Cyle Larin, hingga Tajon Buchanan di lini depan. Dengan dukungan suporter dan kualitas skuad, Kanada berpeluang besar menantang Swiss untuk posisi puncak grup.
Bosnia-Herzegovina Punya Mental Pejuang
Bosnia-Herzegovina mungkin bukan favorit, tetapi perjalanan mereka menuju Piala Dunia menunjukkan karakter pejuang.
Mereka lolos melalui jalur play-off UEFA dengan cara dramatis. Setelah menyingkirkan Wales lewat adu penalti, Bosnia kembali membuat kejutan dengan mengalahkan Italia, juara dunia empat kali, juga melalui adu penalti.
Pengalaman dan kepemimpinan Edin Dzeko menjadi aset utama tim. Meski telah berusia 40 tahun, mantan striker elite Eropa masih menjadi sosok sentral di ruang ganti maupun di lapangan.
Didukung pemain berpengalaman seperti Sead Kolasinac, Amar Dedic, dan Ermedin Demirovic, Bosnia berpotensi menjadi pengganggu serius dalam persaingan grup.
Qatar Berburu Kejutan Kedua Beruntun
Qatar datang ke Piala Dunia keduanya secara beruntun dengan status juara Asia dua kali berturut-turut. Meski Peringkat FIFA mereka berada di bawah Swiss dan Kanada, tim asuhan Julen Lopetegui tidak bisa dipandang sebelah mata.
Kekuatan utama Qatar berada di lini depan melalui duet Akram Afif dan Almoez Ali. Nama terakhir tercatat sebagai salah satu penyerang paling produktif dalam sejarah tim nasional Qatar dengan koleksi 60 gol dari 126 pertandingan.
Keberhasilan lolos melalui jalur kualifikasi, bukan sebagai tuan rumah seperti pada 2022, menunjukkan perkembangan signifikan sepak bola Qatar dalam beberapa tahun terakhir.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!