ID EN

Grup B Piala Dunia 2026: Siapa Lebih Tajam, Edin Dzeko Atau Jonathan David?

Kamis, 4 Juni 2026 | 12:49

Penulis: Arif S

Penyerang baru Schalke, Edin Dzeko
Penyerang baru Schalke, Edin Dzeko.
Sumber: Antaranews/Schalke

Piala Dunia 2026 tak hanya menyajikan pertarungan antartim, tetapi juga duel para pemain kunci. Di Grup B, perhatian tertuju pada dua penyerang dengan karakter dan generasi berbeda, penyerang Bosnia-Herzegovina Edin Dzeko dan Jonathan David dari Kanada. 

Ketajaman keduanya akan diuji dalam perebutan tiket menuju babak 32 besar.

Grup B dihuni Swiss, Kanada, Bosnia-Herzegovina, dan Qatar. Dengan format baru yang memungkinkan tiga tim lolos ke fase gugur, empat tim akan bersaing ketat hingga pertandingan terakhir. 

Kanada menaruh harapan besar kepada Jonathan David. Penyerang Juventus berusia 26 tahun itu telah berkembang menjadi salah satu mesin gol Kanada.

David datang ke Piala Dunia dengan modal impresif berupa 39 gol dari 76 penampilan bersama timnas Kanada. Catatan itu menjadikannya salah satu penyerang tersubur di kawasan CONCACAF sekaligus tumpuan utama skuad asuhan Jesse Marsch.

Ia akan didukung pemain berkualitas seperti Alphonso Davies, Tajon Buchanan, dan Stephen Eustaquio. Kecepatan, pergerakan tanpa bola, dan penyelesaian akhirnya akan menjadi senjata utama Kanada menghadapi lawan di Grup B.

Sementara, Bosnia-Herzegovina masih mengandalkan sosok veteran Edin Dzeko. Meski telah menginjak usia 40 tahun, mantan penyerang Manchester City, AS Roma, dan Inter Milan tetap menjadi figur sentral sekaligus pemimpin di ruang ganti.

Pengalaman panjang Dzeko di level tertinggi Sepak Bola Eropa menjadikan kehadirannya tetap berharga. Ia bukan hanya pencetak gol, tetapi juga sosok yang mampu mengangkat moral tim di pertandingan besar.

Rekor 73 gol dari 148 penampilan menjadikan Dzeko sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Bosnia-Herzegovina. Torehan itu menunjukkan betapa besar kontribusinya terhadap perkembangan sepak bola negaranya dalam dua dekade terakhir.

Duel Jonathan David dengan Edin Dzeko akan menjadi pertemuan menarik. David mewakili generasi baru di puncak performa, sedangkan Dzeko adalah simbol pengalaman yang telah teruji di turnamen besar.

Ancaman di Grup B tidak hanya dari Dzeko dan David. Qatar memiliki bomber tajam Almoez Ali yang telah mengoleksi 60 gol dari 126 pertandingan internasional. Duetnya bersama Akram Afif menjadi kekuatan utama juara Asia tersebut.

Sementara itu, Swiss mengandalkan kepemimpinan Granit Xhaka. Gelandang berusia 33 tahun itu memang bukan seorang striker, tetapi pengaruhnya di lini tengah sering menjadi kunci kemenangan Swiss.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!