ID EN

Lonjakan Wisatawan di Sumba Timur, Destinasi Eksotis yang Kini Jadi Incaran Turis

Sabtu, 15 November 2025 | 11:27

Penulis: Arif S

Destinasi wisata Air Terjun Tanggedu, Sumba Timur, NTT.
Ilustrasi - Destinasi wisata Air Terjun Tanggedu di Kabupaten Sumba Timur, NTT.
Sumber: Antara/Dokumentasi pribadi

Sumba Timur, sebuah kabupaten yang dikenal lewat hamparan padang sabana dan alamnya yang eksotis, kini memasuki babak baru dalam dunia pariwisata Indonesia. Tahun 2025 menjadi penanda daerah ini tak lagi sekadar “permata tersembunyi”, tetapi mulai bersinar terang di radar wisatawan lokal dan mancanegara.

Sejak Januari hingga September 2025, jumlah kunjungan ke Sumba Timur mencapai 30.340 wisatawan. Angka ini bukan hanya statistic tetapi bukti roda pariwisata dan ekonomi daerah bergerak semakin cepat.

“Jumlah kunjungan ini, terdiri dari 4.211 wisatawan mancanegara dan 26.129 wisatawan nusantara,” ujar Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disparbud Sumba Timur, Yudi Umbu Rawambaku.

Lonjakan ini memperlihatkan satu hal, Sumba Timur sedang naik daun.

Kunjungan Melonjak dari Tahun ke Tahun

Kebangkitan pariwisata Sumba Timur bukan kebetulan. Berdasarkan data Disparbud, geliat ini sudah terlihat sejak pascapandemi. 

Pada 2021, kunjungan wisatawan mencapai 16.539 orang, meningkat 54,404 persen dibanding tahun sebelumnya. Kemudian, angka itu melonjak drastis pada 2022 menjadi 46.298 orang, atau 74,195 persen lebih tinggi.

Meski sempat sedikit menurun menjadi 38.854 orang pada 2023, tren positif kembali menguat pada 2024 dengan total 41.812 kunjungan, naik 69,45 persen.

Semua angka itu bermuara pada satu kesimpulan, Sumba Timur sedang mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi paling dinamis di Timur Indonesia.

Fokus pada Pengembangan Berkelanjutan

Pertumbuhan pesat ini bukan hanya hasil dari keindahan alam semata. Ada strategi yang dirancang rapi di belakangnya.

“Saat ini, pengembangan pariwisata kami fokuskan lima ekosistem utama, yakni destinasi, pemasaran, industri, kelembagaan, dan SDM. Semuanya menekankan strategi keberlanjutan dan inovasi," kata Yudi.

Pendekatan itu mengubah cara Sumba Timur mempromosikan diri. Pariwisata tak lagi soal kunjungan sesaat, tetapi bagaimana destinasi ini siap menerima wisatawan dengan cara yang lebih ramah lingkungan, lebih terstruktur, dan lebih melibatkan masyarakat lokal.

Salah satu langkah nyatanya adalah penetapan 14 desa wisata kombinasi desa alam, bahari, dan budaya yang kini menjadi ujung tombak pengalaman wisata autentik di Sumba Timur.

Kolaborasi dan Desa Wisata Jadi Motor Baru

Pemkab Sumba Timur memahami pariwisata berkelanjutan tak bisa berjalan sendiri. Karena itu, mereka membuka ruang kerja sama lintas instansi, pemerintah pusat, hingga lembaga swasta dan nonpemerintah.

Upaya ini diarahkan untuk membangun pariwisata berbasis masyarakat desa yang mengelola, mendapatkan manfaat, dan wisatawan yang merasakan pengalaman lebih intim dan natural.

Sumba Timur semakin dikenal dengan desa-desa yang menawarkan pemandangan perbukitan, pantai sepi nan memukau, rumah adat megah, hingga ritual budaya yang tak lekang waktu.

Di Balik Popularitas, Ada Tantangan Sosial yang Mengintai

Popularitas yang meningkat tentu membawa konsekuensi. Yudi mengingatkan sektor yang berkembang cepat tetap harus dikawal.

“Pariwisata adalah sektor unggulan yang membawa banyak manfaat. Namun, kita juga harus mewaspadai dampak buruk seperti sampah, prostitusi, narkotika, hingga perdagangan manusia. Dampak buruk ini akan berdampak bagi generasi mendatang jika tidak ditangani sejak dini,” tutupnya.

Sumba Timur Menuju 2026: Destinasi Eksotis yang Semakin Mendunia

Dengan lonjakan kunjungan dan pendekatan pengembangan terstruktur, Sumba Timur berada di momentum terbaiknya untuk tumbuh lebih besar dalam peta pariwisata nasional dan internasional.

Dari Pantai Walakiri yang magis saat senja, Bukit Wairinding yang dramatis, hingga desa adat yang memelihara cerita berabad-abad, Sumba Timur kini berdiri sebagai destinasi yang tak hanya indah, tetapi juga berkembang secara cerdas.

Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin Sumba Timur akan menjadi salah satu destinasi unggulan Asia dalam beberapa tahun ke depan.(Antara)