ID EN

Taktik John Herdman Disorot: Kenapa Ferarri Dipanggil, Tapi Komang Teguh Diabaikan?

Kamis, 4 Juni 2026 | 12:07

Penulis: Rojes Saragih

Bogor - Jelang laga krusial FIFA Matchday, taktik dan pemilihan pemain oleh Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, terus menjadi sorotan tajam. Dalam bincang podcast terbaru yang direkam di Studio ITSMe, Sentul, Bogor (3/6/2026), dua pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan (Bung Ropan) dan Erwin Fitriansyah, membedah secara mendalam manuver pelatih asal Inggris itu jelang laga menghadapi Oman dan Mozambik.

Acara yang dipandu oleh Gilang Respaty dan Yatna ini secara khusus menyoroti keputusan Herdman terkait pemanggilan 23 pemain ke dalam skuad final Timnas Indonesia untuk melakoni agenda internasional di bulan Juni 2026.

Pertandingan melawan Oman pada 5 Juni mendatang dipandang sebagai ujian nyata bagi kedalaman skuad Garuda. Mengingat wakil Timur Tengah tersebut saat ini berada di peringkat 70-an FIFA, kekuatan mereka jelas tidak bisa dipandang sebelah mata. Oleh karena itu, Bung Ropan secara lugas menegaskan agar Herdman tidak melakukan eksperimen formasi, terutama dalam meracik lini belakang menyusul absennya Jay Idzes.

Barisan pertahanan diprediksi akan bertumpu pada soliditas Rizky Ridho, Elkan Baggott, dan Justin Hubner, dengan opsi Kevin Diks di sisi kanan. Namun, yang memicu perdebatan panas adalah keputusan Herdman memanggil pemain seperti Muhammad Ferarri yang sangat minim menit bermain bersama klubnya. Keputusan ini dinilai bertolak belakang dengan ketiadaan nama Komang Teguh, bek reguler yang justru sedang tampil produktif di kompetisi liga, yang tidak dipanggil ke dalam skuad.

"Menyangkut perolehan poin FIFA, John Herdman harus diingatkan untuk tidak coba-coba. Ia harus menurunkan susunan Pemain Terbaik yang ada saat ini," tegas Bung Ropan menanggapi pemanggilan pemain tersebut.

Sementara itu, untuk laga melawan Mozambik pada 9 Juni, Erwin Fitriansyah menilai pemilihan lawan asal Afrika yang berada di peringkat 101 dunia tersebut adalah murni strategi khusus sang pelatih. Herdman sengaja mencari tim kuat yang belum pernah dihadapi skuad Garuda demi memberikan "efek kejutan". Sebagai pelatih yang baru menangani laga resmi, ia dinilai ingin memaksimalkan jeda internasional ini untuk memantau langsung potensi seluruh anak asuhnya demi target jangka panjang di Piala Asia 2027.

Di luar polemik tim senior, podcast ini juga membedah performa Timnas U-19 asuhan Nova Arianto dalam ajang Piala AFF U-19 2026. Mengusung status sebagai juara bertahan, ekspektasi publik terhadap skuad usia muda ini dipastikan sangat tinggi. Beruntung, amunisi Garuda Muda kini diperkuat deretan pemain potensial seperti Welber Jardim, Amar Brkic, hingga bek belia berusia 17 tahun, Matthew Baker, yang bahkan dipanggil terlebih dahulu untuk bergabung dengan skuad senior sebelum nantinya menyusul ke tim U-19.

Kunci utama bagi Timnas U-19 untuk mengamankan status juara grup adalah dengan memanfaatkan laga melawan Timor Leste (4/6) guna mencetak gol sebanyak-banyaknya. Tabungan gol ini sangat krusial untuk mengungguli selisih gol Vietnam, sebelum kedua tim saling bentrok di partai penentuan fase grup.

Melalui kombinasi strategi yang matang dari John Herdman di level senior dan Nova Arianto di level junior, Timnas Indonesia diharapkan mampu tampil efektif, solid, dan mendulang hasil positif secara menyeluruh pada pekan ini.