Lonjakan Nilai Pasar Jay Idzes dan Rizky Ridho: Era Baru Bek Timnas Indonesia
Rabu, 24 Desember 2025 | 15:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara Foto/Mohammad Ayudha
Sepakbola Indonesia menutup tahun 2025 dengan sinyal semakin melonjaknya daya jual pemain bertahan. Dua bek tengah Timnas Indonesia mencatatkan peningkatan nilai pasar paling mencolok.
Dua pemain yang mengalami kenaikan nilai pasar di akhir tahun 2025 adalah Jay Idzes dan Rizky Ridho.
Data ini menegaskan satu hal penting. Peran bek Indonesia kini tak lagi sekadar pelengkap, tetapi telah menjadi aset bernilai tinggi di pasar global maupun domestik.
BACA JUGA
Gagal Bawa Timnas ke Piala Dunia 2026, Jay Idzes: Ini Baru Permulaan!
Patrick Kluivert Dipecat, Rizky Ridho: Kami Semua Gagal Bersama
Idzes dan Diks Ajak John Herdman Buat Sejarah Bersama Timnas Indonesia
Transfermarkt melansir market value alias nilai pasar untuk akhir tahun 2025. Di Timnas Indonesia ada beberapa pemain yang naik nilai pasarnya, namun Jay Idzes paling mencuri perhatian.
Pada Juni 2025, nilai pasar bek Sassuolo itu 7,5 juta Euro, kini menjadi 10 juta Euro atau setara Rp197 miliar.
Lonjakan tersebut menempatkan Idzes semakin kokoh sebagai pemain termahal di skuad Garuda. Menariknya, meski naik drastis, komposisi lima besar pemain termahal Timnas Indonesia tetap stabil.
Di bawah Idzes ada Kevin Diks (5 juta Euro), Mees Hilgers (4 juta Euro), Emil Audero (3,2 juta Euro), dan Calvin Verdonk (3 juta Euro).
Di level domestik, kabar positif juga datang dari jantung pertahanan Persija Jakarta. Rizky Ridho turut mencatat peningkatan, meski dalam skala lebih kecil dibanding Idzes.
Nilai pasar bek Persija Jakarta itu naik 100 ribu Euro, menjadi 650 ribu Euro atau setara Rp12,8 miliar.
Kenaikan Ridho memperlihatkan konsistensi di level klub dan tim nasional tetap menjadi faktor penting dalam membangun reputasi pemain lokal.
Selain dua nama utama tersebut, beberapa pemain dari Super League juga ikut merasakan kenaikan nilai pasar, meski ada pula yang turun.
Beberapa pemain dari Super League yang nilai pasarnya juga naik seperti Nadeo Argawinata dan Yakob Sayuri masing-masing menjadi 400 ribu Euro, tapi tertinggi masih dipegang Thom Haye dengan 1 juta Euro.
Sementara itu, Maarten Paes dan Ole Romeny nilai pasarnya turun masing-masing menjadi 1 juta Euro dan 1,5 juta Euro.
Secara keseluruhan, pembaruan nilai pasar akhir 2025 ini memperlihatkan sebuah tren baru. Posisi bek Timnas Indonesia bukan lagi sekadar pekerja sunyi di lini belakang, melainkan komoditas bernilai tinggi di pasar sepakbola modern.
Lonjakan Jay Idzes hingga menembus Rp197 miliar dan kenaikan Rizky Ridho di level domestik menjadi penanda, kualitas bertahan Indonesia mulai mendapat pengakuan lebih luas, bukan hanya di lapangan, tetapi juga di nilai jual.***










