ID EN

Gagal Bawa Timnas ke Piala Dunia 2026, Jay Idzes: Ini Baru Permulaan!

Senin, 13 Oktober 2025 | 09:37

Penulis: Respaty Gilang

Jay Idzes
Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes menyapa para suporter Indonesia.
Sumber: Instagram/Jayidzes

Kekecewaan jelas terasa setelah langkah Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026 harus terhenti. Namun, di tengah rasa frustrasi itu, kapten Garuda, Jay Idzes, menyampaikan pesan yang penuh makna, tentang harapan, perjuangan, dan kebangkitan.

Lewat unggahan di media sosial pribadinya, Jay tak menutupi rasa kecewa. Tapi di balik nada sedihnya, terselip semangat untuk terus maju dan tidak menyerah pada keadaan.

“Sulit rasanya ketika kita sudah lama mengerjakan sesuatu, lalu gagal,” tulis Jay Idzes.

“Mungkin memang belum waktunya, mungkin Yang di Atas punya jalan yang berbeda. Mungkin kita butuh pengalaman ini untuk belajar dan berkembang.”

Perjalanan yang Belum Usai

Timnas Indonesia memang belum beruntung. Dalam laga kedua putaran keempat Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Minggu malam, Garuda harus mengakui keunggulan Irak 0-1 lewat gol Zidane Iqbal di menit ke-76.

Sebelumnya, skuad asuhan Shin Tae-yong juga kalah tipis 2-3 dari Arab Saudi. Dua kekalahan ini membuat Indonesia menutup peluang melaju ke fase berikutnya dan menempati posisi juru kunci grup.

Tapi bagi Jay, hasil ini bukan akhir cerita. Ia percaya bahwa kekalahan juga merupakan bagian penting dari proses menuju kematangan tim.

“Kesempatan ini bisa menjadi momen penting untuk memperkuat mental dan pengalaman kami dalam menatap masa depan,” ujar Jay menegaskan.

Jay menilai, setiap pertandingan menang atau kalah, adalah pelajaran. Sebagai pemain yang masih muda dan baru merasakan atmosfer besar bersama Timnas, ia melihat kegagalan kali ini sebagai fondasi untuk sesuatu yang lebih besar di masa depan.

“Meskipun kalah, perjalanan ini tidak terasa seperti sebuah kegagalan,” lanjutnya.

“Saya mengerti semua orang ingin kita langsung sukses, begitu pula kami. Namun, kami sedang membangun sesuatu bukan hanya untuk diri kami sendiri, melainkan untuk generasi mendatang.”

Lebih dari Sekadar Kemenangan

Ucapan Jay terasa seperti cerminan dari semangat baru yang sedang tumbuh di tubuh sepak bola Indonesia. Baginya, Timnas tidak hanya bertarung untuk tiket Piala Dunia, tetapi juga untuk mengangkat martabat sepak bola Tanah Air di panggung internasional.

"Tujuan kita adalah meraih hal-hal hebat bersama, tetapi yang lebih penting adalah mengangkat nama sepak bola Indonesia di peta dunia,” katanya.

Ucapan itu terdengar sederhana, tapi punya makna mendalam. Sebuah pengingat bahwa perjalanan panjang Timnas tak melulu soal hasil akhir, melainkan tentang membangun pondasi kuat untuk masa depan sepak bola nasional—baik dari sisi mental, disiplin, maupun rasa kebersamaan di dalam tim.

Jay juga tidak lupa memberikan apresiasi kepada suporter. Dukungan tanpa henti dari tribun dan media sosial dianggapnya sebagai bahan bakar semangat bagi seluruh pemain Garuda.

“Perjalanan ini bagaikan roller coaster, tetapi kalian selalu ada bersama kami untuk mendukung kami,” ujarnya.

“Tanpa kalian semua, kita tidak akan berada di posisi ini. Terima kasih dari hati yang terdalam.”

Kebersamaan yang Tak Boleh Luntur

Di akhir pesannya, Jay menyerukan agar semua pihak tetap bersatu. Ia mengingatkan bahwa dalam sepak bola, kekalahan bukan alasan untuk saling menyalahkan, melainkan momen untuk memperkuat solidaritas.

“Saya meminta kalian semua untuk menghormati dan mendukung semua pemain dan staf. Siapakah kita bila mulai saling menyerang di saat yang berlawanan? Itu bukan kita, itu bukan Indonesia. Kita selalu bersama, apa pun yang terjadi. Ini bukan akhir bagi kita, ini baru permulaan,” tegas Jay.

Pesan itu terasa menenangkan, tapi juga membakar semangat. Bahwa di balik air mata dan rasa kecewa, masih ada keyakinan besar, Timnas Indonesia sedang berada di jalur yang benar.

Seperti yang sering dikatakan para pemain hebat, juara sejati bukan yang tak pernah kalah, tapi mereka yang bangkit setiap kali jatuh. Dan mungkin, di sanalah semangat sejati Garuda sedang ditempa, di antara luka dan tekad untuk terbang lebih tinggi.