Trekking Ijen hingga Private Yacht ke Bali, Paket Wisata 3B Bikin Turis Mancanegara Takjub
Sabtu, 29 November 2025 | 14:00
Penulis: Arif S

Sumber: Pixabay
Di ujung timur Pulau Jawa, ketika cahaya matahari pertama memantul di atas puncak Ijen, sebuah narasi perjalanan baru tengah lahir. Indonesia memperkenalkan potensi wisata Banyuwangi, Bali Barat, dan Bali Utara (3B) ke pasar Afrika, Amerika, Eropa, dan Timur Tengah melalui program “Familiarization Trip (Famtrip) Quality Tourism”.
Program ini berupa perjalanan eksploratif yang dirancang untuk menunjukkan wajah autentik Nusantara kepada para pelaku industri wisata global.
“Pasar pariwisata berkualitas dengan daya beli tinggi merupakan target yang sangat potensial untuk digarap, karena mampu mendorong peningkatan kualitas pariwisata Indonesia," ujar Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan di Jakarta, Sabtu 29 November 2025.
BACA JUGA
20 Pelaku Wisata Lokal Finalis WISH 2025 Pamer Inovasi di Hadapan Investor Besar
Pemerintah Pastikan Wisata Lebaran Aman dan Nyaman untuk Traveler
DestinAsian Awards 2026: Bali Ungguli Destinasi Thailand dan Maladewa
Peserta famtrip, tour operator terkemuka dari Argentina, Meksiko, Amerika Serikat, Mesir, Polandia, dan Rumania menghabiskan sembilan hari, 15–23 November 2025, menelusuri lanskap eksotis 3B.
Perjalanan ini dirancang sebagai strategi agar Indonesia mampu bersaing sebagai top of mind destination di kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Amerika.
Perjalanan yang Melewati Batas Biasa
Dalam semangat kampanye #GoBeyondOrdinary, famtrip ini memadukan kekayaan budaya, alam tropis, hingga layanan premium yang menandai kesiapan Indonesia memasuki pasar quality tourism dunia.
Kemenpar meyakini melalui experiential tourism, wisatawan akan memperoleh pengalaman autentik yang membekas, sekaligus membantu penyusunan paket wisata yang lebih sesuai dengan segmentasi pasar global.
Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, peserta langsung diarahkan menuju Banyuwangi, sebuah gerbang keajaiban alam yang semakin dikenal dunia.
Di sana, mereka melakukan trekking ke Kawah Ijen, menyaksikan perubahan warna pagi di atas kawah vulkanik yang terkenal dengan fenomena blue fire.
Mereka juga mengeksplorasi De Djawatan Forest, hutan trembesi kuno dengan mystical ambiance yang kerap disandingkan dengan lanskap fantasi dalam film epik, serta menikmati panorama pesisir Pantai Boom yang mencerminkan dinamika laut selatan.
Menelusuri Jejak Budaya Osing
Selama di Banyuwangi, peserta diajak memasuki ruang hidup masyarakat lokal melalui kunjungan ke Desa Wisata Osing Kemiren, pemenang predikat The Best Tourism Village by UN Tourism 2025.
Di sini, mereka mencicipi gastronomi tradisional Indonesia, menyeduh dan menyeruput kopi premium Banyuwangi dengan karakter rasa yang kuat.
Dari Banyuwangi, perjalanan berlanjut menuju Bali Barat menggunakan private yacht via Banyuwangi International Yacht Club, sebuah pengalaman minat khusus menyasar segmen premium.
Di atas dek kapal, angin laut menyapu lembut sementara garis pantai Bali tampak seperti sketsa cahaya di kejauhan.
Eksplorasi Premium Two Sides of Paradise
Memasuki Bali Barat dan Bali Utara, para peserta menikmati fasilitas akomodasi premium, menjelajahi desa wisata, dan mengikuti workshop budaya.
Untuk memperkaya referensi paket wisata masa depan, site inspection dilakukan ke berbagai akomodasi premium.
Perjalanan ditutup dengan farewell dinner bersama pemerintah daerah, asosiasi, dan kolaborator, merayakan pertemuan lintas budaya yang membuka jalan baru bagi promosi pariwisata Indonesia.
Wisnu mengatakan peserta merasakan langsung petualangan unik, keragaman budaya, keramahan masyarakat, gastronomi autentik, serta layanan premium yang menemani perjalanan mereka sejak hari pertama.(Antara)***










