ID EN

Tour de Singkarak Dihidupkan Lagi, Promosikan Wisata Ranah Minang ke Dunia

Kamis, 7 Mei 2026 | 11:30

Penulis: Arif S

Arsip - Balap sepeda Tour de Singkarak
Arsip - Balap sepeda Tour de Singkarak.
Sumber: Antara/HO-Arif Pribadi.

Sumatera Barat kembali menyiapkan panggung untuk salah satu ikon Sport Tourism paling legendaris di Indonesia, Tour de Singkarak. Pemerintah daerah ingin menjadikan balapan sepeda melintasi Ranah Minang sebagai pengalaman wisata yang menyatukan olahraga, budaya dan lanskap alam dalam satu narasi besar.

"Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Sumbar menyiapkan Tour de Singkarak (TdS) non kompetisi dalam rangka mempromosikan sektor pariwisata Ranah Minang ke kancah internasional," ujar Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Lila Yanwar di Kota Padang.

Bagi Sumatera Barat, Tour de Singkarak bukan sekadar balapan sepeda. Sejak pertama kali digelar Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata pada 2009, ajang ini telah menjadi jendela yang memperlihatkan keelokan Ranah Minang kepada dunia, dari jalanan berkelok di kaki bukit hingga desa dengan sawah bertingkat.

Kini, konsep baru disiapkan. Selain kompetisi utama, pemerintah daerah juga akan menghadirkan TdS non kompetisi dengan pendekatan sport tourism lebih inklusif.

"Jadi, selain kompetisi kita juga menyiapkan TdS non kompetisi atau mengusung konsep sport tourism agar pariwisata Sumbar ini semakin dikenal luas di kancah internasional," kata Lila.

Melalui konsep tersebut, wisatawan tidak hanya datang untuk menyaksikan balapan, tetapi juga menikmati pengalaman menjelajahi jalur eksotis Sumatera Barat dengan sepeda, sembari bersentuhan langsung dengan kuliner, budaya dan kehidupan masyarakat lokal.

Penyelenggaraan TdS nantinya akan melibatkan Dinas Pariwisata dan Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar. Pemerintah berharap sinergi ini dapat memperkuat dua sektor sekaligus: olahraga dan pariwisata.

Beberapa daerah yang disiapkan menjadi bagian dari rute antara lain Kota Padang, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Agam. 

Jalur-jalur ini dikenal memiliki panorama dramatis, mulai dari lembah berkabut hingga jalan menghadap langsung ke danau dan perbukitan.

Saat ini pemerintah tengah melakukan verifikasi ulang terkait kesiapan daerah-daerah tersebut, termasuk dukungan anggaran dan infrastruktur jalan.

"Salah satunya terkait kesiapan anggaran kabupaten dan kota itu tersedia di dalam dokumen pelaksanaan anggaran 2027 untuk pelaksanaan TdS 2027," katanya.

Untuk biaya perbaikan infrastruktur, Lila mengatakan masih dalam tahap perencanaan bersama Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang Sumbar serta pemerintah pusat.

Setelah terakhir kali digelar pada 2019, Tour de Singkarak sempat direncanakan kembali pada 2020, namun tertunda akibat pandemi COVID-19. 

Kini, harapan itu kembali dihidupkan. Pemerintah Provinsi Sumbar ingin menjadikan TdS 2027 sebagai momentum mengembalikan perhatian dunia ke Ranah Minang.

Lebih dari sekadar balapan, Tour de Singkarak diproyeksikan menjadi mesin penggerak baru pariwisata, Ekonomi Kreatif hingga UMKM lokal.*** 

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!