Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Panpel Soroti Kerugian Besar
Kamis, 7 Mei 2026 | 09:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Nadia Putri Rahmani
Laga klasik Persija Jakarta kontra Persib Bandung pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 resmi dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Keputusan ini diumumkan setelah pihak kepolisian tidak mengeluarkan izin keramaian untuk pertandingan di Jakarta.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel), Ferry Indrasjarief, mengaku kecewa dengan keputusan pemindahan venue Persija vs Persib. Ia menilai pihaknya sudah melakukan berbagai upaya agar laga bisa berlangsung aman di Jakarta.
"Kecewa sekali, padahal kita sudah berupaya bekerja sama dengan Jakmania, berupaya untuk menunjukkan bahwa perilaku suporter kita sudah bagus. Boleh dibilang selama musim ini kita tidak ada kejadian apa pun yang berarti sehingga membuat PSSI ataupun liga khawatir dengan kondisi ini," kata pria yang akrab disapa Bung Ferry di Mabes Polri, Jakarta Selatan.
BACA JUGA
Persija Belum Pikirkan Persib, Mauricio Souza Tegaskan Fokus Penuh ke Persijap Jepara
Persija vs Persib Memanas! Kemenangan Jadi Modal Berharga Jelang Duel Krusial di GBK
Umuh Muchtar Sebut Duel Persib Melawan Persija Lebih dari Laga Final
Pertandingan yang tetap digelar sesuai jadwal pada Minggu 10 Mei 2026 pukul 15.30 WIB dipindahkan operator liga I.League ke Samarinda karena alasan keamanan.
Menurut Bung Ferry, pihak kepolisian menyampaikan adanya kekhawatiran terkait potensi gangguan keamanan pasca perayaan Hari Buruh pada 1 Mei lalu.
"Tadi sudah dibilang ya bahwa setelah May Day ada indikasi akan ada lagi, kemungkinan mereka khawatir seperti itu," ujarnya.
Sebelum menetapkan Stadion Segiri sebagai venue, Persija sempat mempertimbangkan beberapa alternatif. Bung Ferry menyebut Jepara dan Surabaya menjadi opsi awal yang ditawarkan pihak liga.
Surabaya bahkan sempat menjadi pilihan utama karena akses transportasi lebih mudah melalui Bandara Internasional Juanda. Ferry mengaku telah berkomunikasi dengan berbagai pihak, mulai dari Panpel Persebaya Surabaya hingga Bonek Mania, yang siap membantu kelancaran pertandingan.
Namun rencana itu batal setelah muncul keputusan laga di Pulau Jawa harus digelar tanpa penonton. Persija kemudian mencoba mencari solusi lain dan muncul opsi Bali.
Sayangnya, Stadion Kapten I Wayan Dipta tidak tersedia karena Bali United akan menjamu Borneo FC sehari setelah laga Persija kontra Persib. Situasi itulah yang akhirnya membuat Persija mengalihkan perhatian ke Samarinda.
"Kalau kita pakai tanggal 10 (Mei) mereka nggak bisa, ada OT (official training). Nah, saya tanya sama pihak Bali, 'Kalian tanding sama siapa?' Tanding sama Borneo. Oh, berarti Borneo nggak dipakai dong stadionnya? Itulah kemudian pertimbangannya saya coba izin untuk coba kontak Borneo," katanya.
Perpindahan venue ini dinilai membawa kerugian besar bagi Persija, baik dari sisi finansial maupun emosional. Bung Ferry menyoroti kekecewaan suporter yang kembali gagal menyaksikan laga kandang melawan rival abadi mereka di Jakarta.
Fakta bahwa Persija terakhir kali menjamu Persib di Jakarta terjadi pada 2019 membuat situasi ini semakin menyakitkan bagi Jakmania. Kala itu, duel di Stadion Utama Gelora Bung Karno berakhir imbang 1-1.
"Kami kecewa sekali, tapi memang kayaknya harus dipikirkan untuk ke depannya kita harus bikin jadwal yang di mana pertandingan Persija-Persib itu jangan yang bulan-bulan krusial kayak gini," katanya.
Di tengah polemik venue, laga ini tetap menjadi pertandingan krusial dalam perebutan gelar BRI Super League. Persija saat ini berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan 65 poin, tertinggal tujuh poin dari Persib di puncak klasemen.
Macan Kemayoran masih menjaga peluang juara, tetapi mereka wajib mengalahkan Persib dan berharap hasil lain berpihak pada mereka dalam tiga laga tersisa musim ini.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!