Kemenpar Bidik Wisatawan Makau, Ini Strategi Promosi Indonesia di Asia Timur
Jumat, 17 April 2026 | 14:30
Penulis: Arif S

Sumber: Kemenpar
Di tengah gemerlap resor dan lorong-lorong elegan The Venetian Macao, Indonesia membawa cerita berbeda. Bukan sekadar pantai tropis atau pulau eksotis, melainkan narasi tentang perjalanan yang lebih berkelanjutan, berbudaya, dan terus beregenerasi.
Lewat ajang Macao International Travel (Industry) Expo 2026 atau MITE 2026, Kementerian Pariwisata berupaya menggaet wisatawan asal Makau sekaligus memperkuat eksistensi Kampanye Wonderful Indonesia di kawasan Asia Timur.
“Partisipasi ini bertujuan memperkuat awareness terhadap pariwisata Indonesia yang kini bertransformasi menuju Pariwisata Berkelanjutan," ujar Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini di Jakarta.
BACA JUGA
Lima Negara Mendominasi Arus Wisata ke Indonesia Sepanjang 2025
Kemenpar Antisipasi Dampak Konflik AS-Israel dengan Iran pada Kunjungan Wisman
Revolusi Wisata Udara: Perjalanan Internasional Tanpa Dokumen Fisik Segera Terwujud
Di paviliun Indonesia di Hall ABC booth C36, pengunjung tidak hanya disuguhi brosur destinasi, tetapi juga gambaran tentang wajah baru pariwisata nasional.
Selama tiga hari penyelenggaraan pada 10-12 April 2026, Paviliun Wonderful Indonesia menjadi ruang pertemuan pelaku industri dan calon pelancong.
Sistem Pre-scheduled Appointment membuka peluang Business-to-Business, sementara aktivitas langsung dengan pengunjung mendorong transaksi paket wisata secara nyata.
Strategi ini menunjukkan, promosi wisata modern tak lagi hanya soal memamerkan panorama, tetapi membangun koneksi bisnis yang berujung pada perjalanan sesungguhnya.
Destinasi yang dipromosikan dirancang untuk mewakili keragaman Indonesia: Jakarta, Bali, Bintan, Yogyakarta–Borobudur, Jawa Timur, hingga Labuan Bajo.
Namun yang paling menarik adalah penekanan pada wisata minat khusus seperti gastronomi, kebugaran, bahari, hingga cultural immersion berbasis wastra.
Indonesia ingin dikenal bukan hanya karena pemandangan, tetapi juga karena rasa, tradisi, dan pengalaman mendalam.
Sepanjang pameran, paviliun Indonesia mencatat 109 permintaan penjajakan dari pembeli potensial, angka yang menandakan minat pasar Makau terhadap Indonesia terus tumbuh.
“Melalui Paviliun Wonderful Indonesia, kami memperluas jejaring kemitraan bagi masyarakat Makau, wisatawan internasional, maupun diaspora Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia menghadirkan pariwisata yang berkelanjutan dan regeneratif. Kami mengundang dunia untuk melihat Indonesia melampaui sekadar keindahan alam, #GoBeyondOrdinary,” kata Made.
Di balik promosi destinasi, ada satu faktor penting lain, konektivitas. Bagi wisatawan Makau, kemudahan terbang menuju Indonesia menjadi penentu utama keputusan bepergian.
Saat ini akses perjalanan didukung maskapai nasional maupun internasional melalui Hong Kong, termasuk Garuda Indonesia sebagai mitra strategis.
“Kementerian Pariwisata berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan maskapai nasional untuk menambah frekuensi dan memperluas jaringan penerbangan langsung ke depan,” katanya.
Hasilnya mulai terlihat. Jumlah Kunjungan Wisatawan Makau ke Indonesia tercatat 1.573 pada 2024, lalu melonjak 54,48 persen menjadi 2.430 kunjungan pada 2025.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!