Pemerintah Pastikan Wisata Lebaran Aman dan Nyaman untuk Traveler
Minggu, 15 Maret 2026 | 15:00
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Antaranews
Libur Lebaran selalu jadi momen emas buat traveling. Mulai dari mudik sekalian jalan-jalan sampai staycation di kota wisata, jutaan orang biasanya memanfaatkan momen ini untuk berlibur bersama keluarga atau teman.
Menjelang musim libur Idul Fitri 2026, pemerintah mulai bersiap memastikan pengalaman liburan tetap aman, nyaman, dan menyenangkan bagi para wisatawan. Salah satunya dengan menerbitkan panduan khusus bagi pengelola destinasi wisata di seluruh Indonesia.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan yang hampir selalu terjadi saat periode Lebaran.
BACA JUGA
DestinAsian Awards 2026: Bali Ungguli Destinasi Thailand dan Maladewa
78,2 Persen Masih Rintisan, Pemerintah Genjot Transformasi Desa Wisata
Dongkrak Kunjungan Wisatawan Tiongkok, Rute Guangzhou-Palu Dibuka Mei 2026
Pemerintah Siapkan Panduan Wisata Saat Libur Lebaran
Kementerian Pariwisata menerbitkan surat edaran terkait penyelenggaraan kegiatan wisata selama libur Idul Fitri 1447 H atau Lebaran 2026.
Surat edaran ini ditujukan kepada pemerintah daerah, pengelola destinasi wisata, serta berbagai pihak yang terlibat dalam industri pariwisata agar meningkatkan kualitas layanan bagi wisatawan.
"Surat edaran berisi imbauan kepada pemerintah daerah, pengelola destinasi, dan seluruh pihak untuk mempersiapkan destinasi pada periode Lebaran," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana pada Minggu, 15 Maret 2026.
Melalui kebijakan ini, pemerintah ingin memastikan setiap destinasi wisata mampu memberikan pengalaman liburan yang aman sekaligus nyaman bagi pengunjung.
Fokus pada Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan
Dalam panduan tersebut, Kementerian Pariwisata menekankan pentingnya penerapan standar kebersihan, kesehatan, keselamatan, serta kelestarian lingkungan di destinasi wisata.
Standar tersebut mengacu pada aturan usaha pariwisata berbasis risiko yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 6 Tahun 2025.
Selain itu, pemerintah daerah diminta mendukung kelancaran aktivitas wisata selama libur Lebaran, termasuk memastikan kesiapan sarana transportasi menuju destinasi wisata.
Koordinasi dengan pengelola tempat wisata juga ditekankan, terutama untuk menyediakan fasilitas pendukung seperti area istirahat bagi pengemudi kendaraan yang melakukan perjalanan jauh.
Langkah ini dinilai penting karena Perjalanan Wisata saat Lebaran sering kali melibatkan perjalanan darat jarak jauh yang cukup melelahkan.
Destinasi Wisata Diminta Siap Hadapi Risiko Bencana
Selain faktor kenyamanan, pengelola destinasi juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana di kawasan wisata.
Kementerian Pariwisata mengarahkan agar setiap pengelola destinasi melakukan identifikasi terhadap area wisata yang memiliki potensi risiko bencana.
Beberapa langkah mitigasi yang diminta antara lain menyiapkan sistem peringatan dini, jalur evakuasi, rambu evakuasi, hingga fasilitas penanganan darurat.
Upaya ini dilakukan agar wisatawan tetap merasa aman meski berada di destinasi yang memiliki potensi risiko alam.
Widiyanti juga mengungkapkan bahwa hingga 27 Februari 2026, sebanyak 35 pemerintah provinsi telah mengisi Data Destinasi Wisata Rawan Bencana.
Data tersebut mencakup total 4.748 daya tarik wisata di seluruh Indonesia.
Dari jumlah tersebut, terdapat 327 destinasi yang masuk kategori risiko tinggi, 1.570 destinasi dengan risiko sedang, serta 718 destinasi dengan risiko rendah. Sementara itu, sekitar 2.133 destinasi lainnya masih dalam proses identifikasi tingkat kerawanannya.
Pemerintah Lakukan Pengecekan Langsung
Menjelang musim libur Lebaran, pejabat dari Kementerian Pariwisata juga melakukan peninjauan langsung ke sejumlah destinasi wisata.
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pengelola sudah menyiapkan fasilitas dan layanan yang memadai guna menghadapi lonjakan wisatawan.
Biasanya, periode Lebaran memang menjadi salah satu puncak kunjungan wisata di Indonesia. destinasi populer seperti kawasan pantai, pegunungan, hingga wisata kota sering dipadati wisatawan dari berbagai daerah.
Karena itu, kesiapan infrastruktur, pengelolaan pengunjung, hingga standar keselamatan menjadi faktor penting agar liburan tetap berjalan lancar.
Bagi traveler, langkah ini diharapkan bisa membuat pengalaman liburan Lebaran tetap seru tanpa harus khawatir soal keamanan atau kenyamanan destinasi.










