Penerbangan Internasional ke Belitung Dibuka Lagi, Pariwisata Bangkit
Rabu, 6 Mei 2026 | 18:00
Penulis: Arif S

Sumber: itsme/Pudila
Setelah sempat terhenti selama beberapa tahun, Penerbangan Internasional menuju Pulau Belitung resmi kembali beroperasi pada Minggu 3 Mei 2026. Momen ini menandai babak baru bagi kebangkitan Pariwisata di pulau yang dikenal dengan pantai granitnya, sekaligus membuka akses lebih luas bagi Wisatawan Mancanegara.
Pemerintah melihat langkah ini sebagai dorongan strategis untuk mengembangkan KEK Tanjung Kelayang. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan baru yang mengandalkan sektor pariwisata sebagai penggerak utama ekonomi daerah.
”Dampak ekonomi dan efek berganda dari pembukaan gerbang internasional ini sangat signifikan. Proyeksinya sangat optimis, pertumbuhan ekonomi di Pulau Belitung berpotensi melonjak, didorong kuat oleh devisa yang dibawa wisatawan internasional,” ujar Haryo Limanseto dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
BACA JUGA
Indonesia dan Bali Bersinar di China Travel Awards
Rogojampi, Stasiun Bersejarah Penopang Mobilitas dan Pariwisata Banyuwangi
Wonderful Indonesia di ADEX 2026, Promosi Destinasi Selam Kelas Dunia
Rute internasional ini menghubungkan Belitung-Singapura melalui layanan maskapai Scoot. Penerbangan dari Bandara Changi dijadwalkan dua kali dalam sepekan dan langsung menarik minat wisatawan, khususnya dari kawasan Asia Tenggara.
Penerbangan perdana menggunakan pesawat Embraer E190-E2 berkapasitas 112 kursi mencatat 80 penumpang kedatangan, dengan tingkat keterisian lebih dari 70 persen. Angka ini menjadi sinyal awal Belitung kembali dilirik sebagai destinasi internasional.
Lebih dari sekadar angka kunjungan, kehadiran Wisatawan Asing diyakini memberi dampak langsung pada ekonomi lokal. Sektor perhotelan, transportasi, hingga pelaku usaha mikro diperkirakan merasakan manfaat dari perputaran ekonomi yang lebih cepat.
Model ini telah terbukti di berbagai Destinasi Dunia seperti Bali, Langkawi, dan Koh Samui, di mana konektivitas udara menjadi kunci utama dalam menarik wisatawan berkualitas.
Dalam konteks global, strategi ini juga sejalan dengan langkah negara seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab yang menjadikan pariwisata sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru.
Data menunjukkan tren positif, dengan Kunjungan Wisatawan mancanegara ke Belitung meningkat dari sekitar 7.000 pada 2023 menjadi 10.000 pada 2024. Dengan kembalinya penerbangan langsung, angka ini diprediksi akan terus meningkat.
Selain itu, posisi geografis Belitung yang hanya sekitar satu jam dari Jakarta, Singapura, dan Kuala Lumpur membuatnya semakin strategis sebagai destinasi regional. Kemudahan akses ini menjadi nilai tambah dalam membangun citra destinasi.
"Kemenko Perekonomian berkomitmen untuk menjadikan status Bandara Internasional sebagai daya ungkit bagi bangkitnya sektor pariwisata di Belitung, dengan didukung keberadaan KEK Pariwisata Tanjung Kelayang,” tambah Herfan Brilianto.
Pemerintah menegaskan bahwa pembukaan rute ini bukan sekadar konektivitas, tetapi bagian dari strategi besar untuk mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat posisi Belitung di peta pariwisata global.
“Kami melihat ini bukan sekadar pembukaan Rute Penerbangan, melainkan bagian dari strategi besar untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas basis penerimaan devisa negara,” tegas Haryo.
Dengan lanskap alam yang masih alami dan kini akses yang semakin mudah, Belitung perlahan kembali membuka dirinya—bukan hanya sebagai tujuan wisata, tetapi sebagai cerita baru dalam perjalanan Indonesia di panggung pariwisata dunia.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!