Estonia hingga Meksiko Meriahkan Festival Lipu Celebes di Banggai
Jumat, 14 November 2025 | 11:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/HO-DKISP Banggai
Luwuk, ibu kota Kabupaten Banggai kembali berubah menjadi ruang pertemuan budaya dunia. Selama lima hari, 11–15 November 2025, Ruang Terbuka Hijau Teluk Lalong dipenuhi warna, musik, dan tarian dari berbagai penjuru dunia. Inilah “2nd International Festival Lipu Celebes”, sebuah pesta budaya yang bukan hanya menampilkan kekayaan lokal, tapi juga menghadirkan semangat persahabatan antarbangsa.
Begitu memasuki area festival, aroma kuliner UMKM lokal bercampur dengan alunan musik tradisional menyambut pengunjung.
Sejumlah stan ekonomi kreatif berjajar rapi, sementara delegasi budaya dari Estonia, Meksiko, Korea Selatan, dan Filipina tampak mempersiapkan pertunjukan khas negara masing-masing. Energi festival terasa hidup, meriah, hangat, sekaligus penuh rasa ingin tahu.
BACA JUGA
Traveler Wajib Tahu! 7 Tren Wisata 2026 yang Akan Mengubah Cara Liburan
Wisata Indonesia 2025 Meledak, Pergerakan Wisman dan Wisatawan Lokal Tembus Rekor
South Kalimantan Tourism Islamic Fair 2025: Terobosan Baru Wisata Religi di Banjarmasin
Panggung Internasional di Jantung Banggai
Dalam keterangannya di Palu, Wakil Bupati Banggai Furqanuddin Masulili tak menyembunyikan rasa bangganya atas kehadiran tamu-tamu internasional itu, ditambah empat kabupaten tetangga, Morowali, Buol, Toli-Toli, dan Tojo Una-Una.
Ia menegaskan festival ini bukan sekadar acara seni biasa.
“Melalui ajang ini, kita perkenalkan kepada masyarakat internasional bahwa daerah kita memiliki warisan budaya yang sangat kaya, keindahan alam yang memukau, dan kreativitas masyarakat yang luar biasa,” katanya.
Di tengah gemerlap panggung terbuka, pesan itu terasa nyata. Sorotan lampu menari di atas tarian tradisional, sementara pengunjung memadati area rumput hijau. Semua hadir untuk merayakan keberagaman — dan Banggai berhasil memposisikan dirinya sebagai tuan rumah yang penuh pesona.
Ajang Lintas Budaya dan Pengungkit Ekonomi Kreatif
Festival ini bukan hanya pertunjukan seni, melainkan ruang perjumpaan budaya dunia dan percakapan antarbangsa. Furqanuddin berharap gaungnya mampu menarik lebih banyak wisatawan ke Banggai.
“Kita ingin agar Banggai semakin dikenal sebagai destinasi pariwisata unggulan, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional,” ujarnya.
Dengan lokasi strategis Teluk Lalong yang menghadap langsung ke laut biru, festival ini terasa seperti postcard hidup, sekaligus mengundang siapa saja untuk datang.
UMKM lokal tak ketinggalan. Banyak pelaku usaha kreatif memamerkan kerajinan tangan, produk kuliner, hingga olahan khas daerah. Semua memberikan sentuhan otentik yang membuat suasana festival semakin lengkap.
Merawat Warisan Lewat 10 Objek Pemajuan Kebudayaan
Di balik kemeriahan panggung, ada misi kebudayaan yang lebih dalam. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, Subrata Kalape, menjelaskan festival ini merupakan bagian dari implementasi komitmen pemajuan budaya daerah.
“Pelaksanaan 10 objek pemajuan kebudayaan ini menjadi tanggung jawab kami dalam rangka memajukan kebudayaan di Kabupaten Banggai,” katanya.
Ia optimistis tahun depan festival ini bisa menarik lebih banyak peserta dari mancanegara. Dengan rekam jejak yang semakin kuat, peluang itu sangat mungkin terjadi.
Sebuah Undangan untuk Jelajah Banggai
Kemeriahan Festival Lipu Celebes menjadi bukti Banggai mampu menjadi pusat budaya dunia, meski hanya untuk beberapa hari. Teluk Lalong bukan sekadar lokasi — ia berubah menjadi simbol keterbukaan, persahabatan, dan kreativitas.
Bagi wisatawan yang ingin merasakan perpaduan budaya internasional dengan pesona alam Sulawesi Tengah, festival ini adalah alasan sempurna untuk memasukkan Banggai ke daftar perjalanan berikutnya.(Antara)










