ID EN

Wisata Indonesia 2025 Meledak, Pergerakan Wisman dan Wisatawan Lokal Tembus Rekor

Minggu, 16 November 2025 | 17:31

Penulis: Respaty Gilang

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (kiri) bersama Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa (kanan).
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (kiri) bersama Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa (kanan).
Sumber: Antaranews

Tahun 2025 bisa dibilang sebagai salah satu fase paling sibuk buat para traveler Indonesia. Destinasi makin ramai, hotel-hotel baru bermunculan, dan event-event lokal terasa hidup lagi. Semua ini bukan kebetulan. Ada dorongan besar dari pemerintah yang membuat dunia pariwisata tanah air berlari lebih kencang dari sebelumnya.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut bahwa kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) selama September 2025 tembus 1,39 juta kunjungan, atau tumbuh 9,04 persen dibandingkan tahun lalu. Sebuah angka yang menunjukkan bahwa Indonesia bukan cuma kembali jadi pilihan turis global tetapi benar-benar mulai bersinar sebagai destinasi utama Asia.

“Kementerian Pariwisata optimistis bahwa dengan tren pertumbuhan saat ini, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara akan melampaui 14 hingga 15 juta kunjungan, sesuai dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2025 yang telah dimutakhirkan," kata Widiyanti.

Optimisme ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), total kunjungan wisman dari Januari sampai September mencapai 11,43 juta, naik 10,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Turis ASEAN mendominasi dengan 35,22 persen, disusul turis Asia lainnya sebesar 27,57 persen.

Dari kacamata traveler, data ini menjelaskan satu hal, Indonesia kini sedang jadi pusat perhatian. Maskapai menambah rute, hotel makin penuh, dan kota-kota wisata terasa lebih hidup dari biasanya.

Traveling Bukan Tren, Tapi Gaya Hidup

Yang menarik, bukan cuma turis asing yang melonjak. Wisatawan nusantara juga menunjukkan peningkatan luar biasa. Pada September 2025, pergerakan wisatawan domestik naik 13,19 persen, dari 83 juta perjalanan menjadi 94 juta perjalanan. Secara total di Januari–September, perjalanan domestik menyentuh 901,9 juta perjalanan, naik 18,99 persen dari tahun sebelumnya.

Angkanya luar biasa, dan ini menunjukkan satu hal penting, orang Indonesia makin rajin jalan-jalan. Baik untuk healing singkat akhir pekan, road trip lintas provinsi, staycation, atau wisata budaya di daerah yang sedang naik daun.

Turunnya biaya perjalanan, banyaknya event lokal, dan semakin variatifnya destinasi ikut jadi pendorong kuat. Perbedaan antara kunjungan wisman dan perjalanan wisatawan domestik mencapai 4,61 juta—kontribusi besar terhadap net devisa pariwisata yang kembali positif.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan bahwa momentum ini harus dijaga.

"Upaya kami tidak hanya difokuskan pada peningkatan wisatawan mancanegara, tetapi juga penguatan minat wisatawan nusantara untuk terus menjelajahi keindahan destinasi di Tanah Air,” ujarnya.

Bagi traveler anak muda, ini kabar baik. Industri wisata yang tumbuh berarti semakin banyak pilihan destinasi baru, transportasi lebih mudah dijangkau, serta semakin banyak aktivitas seru yang bisa kamu coba.

Pariwisata Jadi Mesin Ekonomi

Bicara angka ekonomi, sektor pariwisata juga tampil sebagai pemain penting tahun ini. Pada Triwulan III 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,04 persen, dan sektor pariwisata menyumbang 3,96 persen terhadap PDB nasional.

Pertumbuhan ini terasa nyata pada sektor-sektor yang dekat dengan para traveler, akomodasi, restoran, kafe, hiburan, transportasi wisata, hingga agen perjalanan. Menariknya, sektor-sektor ini kini termasuk yang pertumbuhannya paling tinggi secara nasional.

Dengan kata lain, setiap perjalanan yang kamu lakukan—meskipun cuma libur dua hari satu malam—punya dampak ekonomi yang besar. Itulah kenapa traveler domestik kini dianggap sebagai penggerak utama ekosistem wisata Indonesia.

Indonesia Bersiap Masuk Fase Ramai

Memasuki Triwulan IV, optimisme semakin menguat. Tradisi liburan Natal dan Tahun Baru selalu jadi puncak pergerakan wisata, dan pemerintah pun mengamankan momentum ini lewat kampanye “Saatnya Liburan #DiIndonesiaAja”.

Selain itu, Indonesia juga ikut tampil dalam acara-akara strategis dunia, salah satunya World Travel Market (WTM) di London, salah satu pameran pariwisata terbesar global. Keikutsertaan ini membantu mempromosikan destinasi Indonesia langsung ke buyers dan travel operator dunia.

Di dalam negeri, rangkaian Karisma Event Nusantara (KEN) kembali digelar untuk memanaskan minat perjalanan domestik. Mulai dari festival budaya, konser musik lokal, event olahraga, hingga perayaan tradisional di berbagai kota, KEN jadi alasan baru bagi para traveler buat jalan-jalan tanpa harus ke luar negeri.